Tanaman Jahe merah media polybag di suatu perkebunan

Tanaman Jahe merah media polybag di suatu perkebunan

Budidaya tanaman jahe merah semakin digemari More »

Bibit jahe merah dalam bentuk rimpang

Bibit jahe merah dalam bentuk rimpang

Bibit jahe merah dalam bentuk rimpang. Kriteria bibit adalah minimal usia tanam satu tahun, siap semai dan siap tanam More »

Fermentasi urine kelinci

Fermentasi urine kelinci

fermentasi urine kelinci cocok untuk pupuk organik cair dalam Budidaya Jahe Merah More »

 

Category Archives: Bibit Jahe Gajah

Cara menyemai rimpang jahe merah yang terlanjur terserang jamur

larutan fungisida

Cara menyemai rimpang jahe merah yang terlanjur terserang jamur

Memilih rimpang bibit jahe merah yang bagus tanpa cacat atau tanpa penyakit tentu menjadi prioritas utama bagi para petani yang akan melakukan budidaya jahe merah. Segala keperluan untuk budidaya dari mulai awal hingga tahap lanjutan sudah di persiapkan dengan sebaik-baiknya. Pemilihan bibit juga sudah dilakukan sesuai arahan dengan tujuan mendapat kualitas bibit yang sesuai harapan.

jahe busuk rimpang

rimpang yang terkena jamur

Walaupun sudah di seleksi dengan baik, terkadang masih saja ada beberapa rimpang bibit jahe merah yang terjangkit jamur. Jamur pada rimpang berkembang pesat bisa dikarenakan musim (biasanya musim hujan), ditempatkan pada tempat lembab yang kurang mendapat sinar matahari atau bisa juga di sebabkan tanah sebelumnya yang menjadi media tanam bibit jahe merah.

Masalah jamur pada rimpang jahe merah memang agak membandel. Sudah di pisahkan dari rimpang yang sehat untuk di bersihkan, kadang muncul lagi dibersihkan muncul lagi begitu terus berulang kali. Karena hal ini tentu membuat pusing bukan? Tidak jarang  petani memilih membuangnya saja dari pada “dirumati” tapi selalu nihil. Jamur selalu kembali lagi dan lagi.

Apabila disini para pembaca memiliki masalah yang sama dengan jamur membandel yang menyerang rimpang bibit jahe merah nya, jangan buru-buru memutuskan untuk membuang rimpang jahe merah tersebut. dari pengalaman penulis dalam beberapa tahun ini bergelut dalam budidaya jahe merah , Alhamdulillah menemukan solusi yang semoga dapat membantu kawan-kawan petani mengatasi serangan jamur pada rimpang bibit jahe merah.

Pisangkan Rimpang yang terserang jamur, jemur dan rendam dengan fungisida

Cara yang dapat dilakukan adalah dengan memisahkan rimpang yang sudah terjangkit jamur dari rimpang sehat yang belum tertular. Kemudian jadikan satu ember rimpang yang sudah di sortir tersebut (terkena jamur). Cuci bersih dan sikat semua jamur yang menempel pada rimpang, setelah itu tiriskan sebentar kemudian buat adonan cairan fungisida dalam ember yang lain. Masukan rimpang bibit jahe merah yang sudah di tiriskan ke dalam cairan fungisida tunggu selama 15-30 menit.

Selanjutnya angkat rimpang jahe merah dari perendaman. Jemur di bawah sinar matahari terik sekitar 2-3 jam. Setelah rimpang di pastikan kering, taruh di atas terpal atau tanah kering taburi dengan media tanam sekam bakar yang sudah di campur furadant (bisa di beli di toko pertanian terdekat). Diamkan selama kurang lebih 2 hari. Rimpang sudah siap dijadikan bibit tanam kembali.

 

Namun perlu di ingat, rimpang yang sudah pernah terjangkit jamur tidak boleh di campur kembali dengan rimpang sehat walaupun jamur yang menempel sudah hilang. Begitu juga saat proses penyemaian , rimpang yang sembuh dari jamur tidak boleh di tempatkan satu media dengan rimpang bibit jahe merah yang sehat. Hal ini bertujuan untuk menghindari munculnya jamur baru yang dapat merusak rimpang sehat.

Para petani dapat membuat dua media berebeda untuk penyemaian. Satu untuk bibit jahe merah sehat, satu lagi untuk bibit jahe merah yang sembuh dari penyakit jamur. Setelah proses penyemaian jangan lupa untuk kedua media tanam tersebut tetap harus ditaburi media tanam dari sekam bakar dan campuran furadant, dengan teknik ini diharapkan rimpang yang di semai tidak terserang jamur kembali.

Setelah rimpang bibit jahe merah tumbuh , perlakuan yang diterapkan sama dengan tanaman jahe merah yang lain. Rimpang yang sudah tumbuh dapat dipotong per ruas tunasnya menggunakan pisau yang sudah dilumuri dengan minyak kelapa (minyak klentek) . ini bertujuan agar air tidak masuk dan menghambat kontaminasi jamur dari luar. Sehingga tunas jahe merah yang dihasilkan aman. Untuk media tanam polybag /karung maupun tanah yang akan digunakan untuk menanam ada baiknya jika tetap ditaburi dengan sekam bakar bercampur furadant.

Demikian sedikit penjelasan dari penulis dalam mengatasi jamur pada rimpang jahe merah, sehingga tetap bisa terselamatkan dan dapat di tanam kembali. Semoga bermanfaat, maju terus pertanian Indonesia.

Cara Mengolah Tanaman Jahe Merah

Cara Mengolah Tanaman Jahe Merah

Jahe merah (Zingiber officinale var rubrum rhizome). Jahe jenis ini memiliki kandungan minyak atsiri tinggi dan rasa paling pedas, sehingga cocok untuk bahan dasar farmasi dan jamu. Ukuran rimpangnya paling kecil dengan kulit warna merah, serat lebih besar dibanding jahe biasa.

Meskipun akar tanaman jahe merah tumbuh dari rimpang , namun seluruh rimpang biasanya disebut sebagai ” jahe merah ” ketika dijual di toko-toko . cara budidaya Jahe merah sebenarnya tidak terlalu sulit, jahe merah tidak tumbuh dari biji seperti tanaman berbiji pada umumnya , tetapi jahe merah dibudidayakan menggunakan stek dari rimpang jahe merah yang sudah ada .

jahe merah segar yang sudah memiliki kualitas dan kualifikasi menjadi bibit adalah jahe merah yang terbaik untuk dijadikan stek , meskipun jahe merah yang dibeli di toko maupun di pasar-pasar tradisional  juga akan tumbuh menjadi tanaman jahe merah baru, namun untuk hasil terbaik gunakan bibit jahe merah yang sudah tua.

jahe merah standar bibit akan menghasilkan kualitas jahe merah yang memuaskan, karena sebagian besar jahe merah yang dijual dipasar adalah jahe merah kualitas konsumsi, sehingga kurang baik saat dijadikan bibit untuk dibudidayakan kembali. Untuk hasil maksimal bibit jahe merah harus ditanam di awal musim semi/ musim hujan seperti di Indonesia, di daerah di mana ia tidak menerima sinar matahari langsung, hal ini bisa disiasati dengan menggunakan paranet diatas tempat budidaya jahe merah .

 

cara pemilihan bibit dan pengolahan masa tanam adalah :

  1. Pilih jahe merah gemuk berumur minimal 1thn dengan beberapa ruas rimpang dan kuncup mata terlihat. Tunas akan muncul sebagai benjolan kecil atau pada permukaan rimpang , mirip dengan mata kentang.
  2. Potong jahe merah ukuran 1 inci 1 buah 1 /2-inch di setiap ruas mata tunas , dengan masing-masing ruas memiliki setidaknya satu mata tunas . Jika tidak ada cukup mata tunas pada bibit jahe merah, Anda dapat memotong ruas yang lebih besar jika diinginkan.
  3. Letakkan jahe merah kering di lokasi sejuk dari sinar matahari langsung selama dua sampai tiga hari setelah pemotongan . periode pengeringan ini mengurangi kemungkinan busuk atau kerusakan lainnya setelah penanaman.
  4. Tanaman stek jahe merah di baki sekitar 1 inci letakkan di ruangan sihu lembab , gunakan media tanah dikeringkan yang telah dicampur dengan pasir dan kompos atau bahan organik lainnya . usahakan Ruangan inkubasi stek terpisah dan diberi jarak antara rimpang, agar dapat memungkinkan ruang yang cukup untuk pengembangan rimpang hasil stek.
  5. Siram sedikit air sampai tanaman jahe merah muncul tunas baru dari tanah dan mengembangkan daun . penyiraman lanjutan diperlukan untuk menjaga tanah lembab tapi menghindari oversaturation .
  6. Setelah penanaman, masa Panen jahe merah ditandai dengan pertumbuhan tanaman melambat dan daun mulai menguning . sehingga siap untuk menggali seluruh akar dan memotong bagian tanaman yang berada di atas tanah . jahe merah yang tidak terpakai dapat dipotong dan ditanam untuk membuat tanaman jahe merah baru.

Demikian sedikit ulasan dari kami semoga bermanfaat. Bagi anda yang berminat budidaya jahe merah dengan mudah, silahkan segera menghubungi kami. Kami menyediakan bibit jahe merah dengan kualitas istimewa. Segera hubungi kami melalui kontak hp/WA 087838393451. semoga anda sukses dalam budidaya jahe merah

 

bibit jahe merah

bibit jahe merah

Mencicipi hangatnya pasar ekspor jahe gajah

Mencicipi hangatnya pasar ekspor jahe gajah

Sudah berabad-abad lamanya, bangsa kita mengenal tanaman jahe gajah sebagai salah satu rempah penyedap makanan. Selain itu manfaat jahe gajah dapat digunakan sebagai obat berbagai macam penyakit, campuran bahan kue, dan lain sebagainya. Selain dapat dimanfaatkan sebagai tambahan kuliner, ternyata jahe gajah juga dapat dimanfaatkan sebagai pestisida alami tanaman cabai.

Di dunia perdagangan jahe gajah biasa dijual dalam bentuk rimpang, jahe kering, jahe bubuk, ataupun jahe awetan. Selain ke empat jenis penjualan tersebut, jahe gajah juga diambil kandungan minyak atsiri dan koresin untuk dijual. Karena keunggulan jahe gajah yang istimewa banyak pasar luar negri yang melirik jahe gajah yang Negara kita produksi. Sehingga permintaan pasar ekspor masih sangat terbuka lebar. Namun, kendala yang dialami adalah permintaan kebutuhan ekspor jahe gajah tidak diimbangi dengan hasil panen yang mencukupi. Hal ini dikarenakan masih minimnya petani yang terjun pada budidaya jahe gajah secara total. Padahal peluang pasar hasil panen dan pengepulan jahe gajah masih sangat terbuka lebar.

Khusus untuk pasar ekspor jahe gajah memang sangat digemari pasar luar negri karena ukuran jahe gajah yang besar dan rasa pedas tidak terlalu menyengat. Negara –negara tujuan ekspor jahe gajah dari Indonesia adalah jerman, inggris, belgia, AS, jepang, Kuwait, Bahrain, kanada dan Senegal. Untuk jahe gajah kualitas ekspor dapat di diskusikan kepada pengepul maupun eksportir langsung mengenei kriteria dan kuantitas.

Dengan memperhatikan pemaparan diatas tentu para pembaca dapat menangkap peluang yang masih bisa dimasuki dengan menjadi salah satu kontributor kesediaan jahe gajah untuk kebutuhan ekspor. Lalu bagaimanakah cara nya? Caranya dengan ikut ambil bagian dalam budidaya jahe gajah. Bertanam jahe gajah dapat menambah pundi-pundi penghasilan anda.

Mencoba memulai budidaya jahe gajah dapat dilakukan dengan cara mempersiapkan lahan dan juga bibit jahe gajah. Kriteria bibit jahe gajah akan dibahas tuntas pada artikel selanjutnya. Bagi anda yang sedang mencari bibit jahe gajah kami menyediakan bibit jahe gajah unggul. Silahkan menghubungi kami di nomer hp di 087838393451.

jahe gajah

Efesien manakah membeli bibit antara rimpang dan tunas dalam bentuk polybag?

Efesien manakah membeli bibit antara rimpang dan tunas dalam bentuk polybag?

Bila anda ingin membudidayakan jahe merah, tentu saja kebutuhan pertama adalah bibit jahe merah. Nah, bibit jahe merah setidaknya ada dua jenis ditinjau dari prosesnya. Satu jahe merah dalam bentuk rimpang. Kedua jahe merah dalam bentuk tunas yang umumnya dalam polybag. Pertanyaanya, manakah diantara keduanya yang lebih efisien atau lebih murah biayanya?

Perbedaan Jahe merah bibit rimpang dan Jahe merah tunas dalam polybag

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, sepatutnya kita uraikan dulu deskripsi atau penjelasan dari jahe merah bibit rimpang dan jahe merah tunas. Jahe merah bibit adalah jahe merah yang sudah memenuhi kriteria bibit jahe merah, yakni usia tanam satu tahun ke atas dengan kriteria bebas jamur dan busuk. Sementara jahe merah dalam polybag atau sudah bertunas adalah jahe merah yang sudah ditanam dalam polybag dengan proses penanaman minimal dua minggu. Jahe merah dalam bentuk polybag berbiaya mahal bila dikirim jarak jauh, dibanding jahe rimpang.

Dengan penjelasan tersebut diatas, kiranya sudah bisa menjawab pertanyaan tersebut diatas. Jadi, jelas bahwa membeli jahe merah dalam bentuk tunas di polybag lebih mahal dan kurang efisien dibanding membeli bibit jahe merah dalam bentuk rimpang. Jahe merah dalam bentuk tunas jelas merepotkan dan biayanya mahal, bila membawanya bersama polybag untuk dkirim di luar pulau.

Namun, membeli bibit jahe merah dalam bentuk rimpang tidak serampangan. Anda harus membeli bibit di penjual bibit yang sudah berpengalaman. Setidaknya bibit rimpang yang bagus untuk ditanam minimal usia pemanenan satu tahun ke atas dan telah diseleksi dari jamur dan busuk rimpang.

Efektif manakah, jahe merah dalam bentuk rimpang dan tunas di polybag?

Biasanya, bibit jahe merah rimpang dijual per kilo. Sedangkan bibit jahe merah tunas dijual per polybag. Jika bibit jahe merah rimpang dijual per kg 35 ribu, sementara bibit jahe merah tunas dijual per polybag( satu tunas) 2,500. Sedangkan bibit jahe merah rimpang 1 kg bila disemai rata rata menghasilkan antara 60 sampai 80 tunas. Katakanlah paling sedikit 50 tunas x @ 2500 : 125,000. Bandingkan, lebih murah bibit jahe merah rimpang bukan? Karena anda sudah hemat 90 ribu (125000-35,000).

Hanya saja banyak yang ragu untuk membeli bibit jahe merah rimpang. Alasanya macam macam; takut bila tidak bertunas, takut jelek dan lain sebagainya. Namun, permasalahan tersebut bisa diatasi bila anda membeli ke penjual bibit jahe merah terpercaya. Penjual bibit jahe merah terpercaya memiliki ciri ciri mencantumkan alamat dan hp dan siap dikunjungi atau disurvei lokasinya Serta sudah berpengalaman dan berkecimpung di dunia pembibitan jahe merah bertahun tahun. Bila anda bingung dalam proses penyemaian, penjual bibit jahe merah yang baik tentu siap membantu anda demi kesuksesan anda. Jadi, masih ragukah anda membeli bibit jahe merah dalam bentuk rimpang?

Namun, supaya adil, bukan berarti membeli bibit dalam bentuk tunas di polybag salah. Itu adalah hak pilihan anda. Bibit jahe merah dalam bentuk polybag cocok untuk dikirim area dekat. Namun, bila area jauh tentu menjadi tidak efisien karena memakan ongkos kirim yang besar. Jadi, bijaklah anda dalam membeli. Pepatah jawa bilang, “ono rego ono rupo” ada harga ada barang. Sekarang, Terserah anda pilih yang mana. Hanya saja saya berharap semoga anda sukses dalam budidaya jahe merah.

 

bibit jahe merah

bibit jahe merah dalam bentuk rimpang cocok untuk area dekat dan jauh.                                             

 

jahe merah

bibit jahe merah dalam bentuk polybag cocok

untuk area dekat.

Keunggulan Jahe Merah

Keunggulan Jahe Merah

 

Jahe merah adalah salah satu tanaman obat multikhasiat dan multiguna bagi dunia kesehatan, herbal, obat obatan, farmasi, makanan dan lain sebagainya. Itulah sebabnya, wajar bila kemudian harga jahe merah kian mahal di pasaran. Jumlah pembudidaya jahe merah masih sedikit dibandingkan jahe emprit dan gajah. Pertanyaanya, apa saja keunggulan jahe merah?

Pertama, Memiliki kandungan minyak atsiri yang lebih tinggi dan lebih pedas. Minyak atisiri inilah yang sangat diperlukan bagi dunia herbal, farmasi atau obat obatan. Kedua, harga jual jahe merah lebih tinggi dibanding jahe gajah dan jahe emprit. Di pasar tradisional seperti Pasar Beringharjo, Sleman dan Muntilan Magelang, harga jahe merah bisa mencapai 35 ribu per Kg nya.

Bahkan, jahe merah yang kualitas bibit dengan kriteria usia tanam dan pemanenan 1 tahun lebih, harganya jauh lebih mahal. Ketiga, mudah dibudidayakan. budidaya jahe merah tidak membutuhkan perawatan khusus. Cukup diberi pupuk untuk menambah unsur hara dalam tanah dan obat kimia untuk mencegah serangan hama penyakit yang biasa menimpanya.

Keempat, menanam jahe merah tidak harus membutuhkan lahan yang luas. Di lahan yang sempit atau terbatas, tetap bisa melakukan budidaya jahe merah, terutama dengan media polybag. Kelima, bibit jahe merah mudah didapatkan. Apalagi, kini banyak pembudidaya jahe merah yang menjual bibit jahe merah siap tanam dan siap semai.

Keenam, prospek pemasaran jahe merah masih terbuka lebar untuk beberapa tahun ke depan. Beberapa pabrik lokal dan nasional banyak yang membutuhkan jahe merah untuk diolah menjadi bahan makanan, seperti pabrik minuman instan, permen jahe, dan lain sebagainya. jadi, masih ragukah untuk mencoba menanam jahe merah?

budidaya jahe merah

budidaya jahe merah