Analisa Usaha Budidaya Jahe Merah

budidaya jahe merah
budidaya jahe merah

Analisa Usaha Budidaya Jahe Merah

Banyak sekali pertanyaan yang masuk ke kami perihal bagaimana analisa usaha budidaya jahe merah.  Analisa usaha budidaya jahe merah diperlukan untuk membaca, melihat dan mempelajari bagaimana peluang dan tantangan dalam budidaya jahe merah. Tujuannya agar memperoleh gambaran utuh terkait prospek dan potensi budidaya jahe merah.

Bagaimana analisa usaha budidaya jahe merah untuk lahan satu hektar?

Kebutuhan Bibit 400 KG x @ 26.000                                         = 10.400.000

Kebutuhan Pupuk Organik (kotoran kandang)                    =      500.000

Kebutuhan EM4  20 botol x @ 20.000                                      =  400.000

Total Pengeluaran                                                                           =  11. 300.000

Potensi pendapatan, bila  1 kg terdapat 50 tunas dengan satu tunasnya menghasilkan 1 kg, maka setiap 1 kg menghasilkan 50 kg ketika panen. Sehingga bila dikalikan 400 kg menghasilkan keuntungan 20.000 kg atau sekitar 20 ton. Katakanlah pahitnya menghasilkan separonya atau sekitar 10 ton dengan asumsi per tunas nya menghasilkan 5 ons.

Bila jahe merah konsumsi dihargai 15.000 per kg  dikali 10.000 kg, maka keuntungan yang didapat  150.000.000. Dikurangi pengeluaran 11.300.000 , maka keuntungan bersih yang didapat 138.700.000, belum termasuk sewa lahan dan biaya tenaga kerja. Fantastis bukan? itulah sebabnya, sayang sekali bila anda memiliki lahan nganggur tidak digunakan sama sekali, sementara lahan anda tergolong subur. Manfaatkanlah lahan anda sebaik mungkin, apalagi bisa menghasilkan keuntungan ekonomis atau tambahan penghasilan menarik.

Namun gambaran diatas sekedar analisa. Tentu saja jumlah panen yang dihasilkan dipengaruhi banyak faktor. Tingkat kesuburan tanah, sinar matahari yang cukup dan ketersediaan air yang seimbang  menjadi kata kunci yang sangat menentukan sukses tidaknya budidaya jahe merah. Kemudian harga jahe merah juga fluktuatif sesuai kondisi pasar.

Tertarik mencoba menanam jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah dan siap kirim kirim ke seluruh penjuru nusantara. Tersedia dalam bentuk rimpang siap tanam dan polybag. Rimpang siap tanam yang dimaksud adalah bibit jahe merah yang sudah berusia satu tahun dan sudah “parkir” minimal dua minggu sehingga bisa anda tanam langsung. Untuk anda yang menginginkan sudah muncul tunas dalam bentuk polybag dengan tiga atau empat daun umur dua bulan kami juga sedia. Untuk pemesanan dan pertanyaan bisa menghubungi kami di WA/SMS 087838393451. Semoga anda sukses dalam menanam jahe merah.

 

 

 

Cara Pemeliharaan Bibit Jahe Merah

Setelah kita melakukan penyemaian rimpang jahe merah, langkah yang harus dilakukan adalah pemeliharaan bibit jahe merah. Cara pemeliharaan bibit jahe merah pun sebenarnya cukup mudah dan praktis. Lahan yang digunakan untuk penyemaian harus dalam kondisi basah atau lembab. Itulah sebabnya, diperlukan penyiraman sehari dua kali di pagi hari dan sore hari.

Nah, untuk menghindari serangan jamur, kita bisa melakukan penyemprotan anti jamur. Penyemprotan ini bisa dilakukan menggunakan fungisida. Lakukan penyemprotan ini setiap 1 minggu sekali.

SELEKSI BIBIT JAHE MERAH

 bibit jahe merah

Setelah penyemaian selama 2-4 minggu, bibit akan mulai bertunas. Bahkan beberapa bibit sudah memiliki daun muda. Walau penyemaian dilakukan secara bersamaan, tidak semua rimpang tumbuh tunas bersama sama. Hal ini dipengaruhi oleh usia bibit yang disemai berbeda beda. Itulah sebabnya seleksi bibit mesti dilakukan.

Pisahkan bibit berdasarkan tunas, mulai dengan memilih tunas yang besar atau kecil, lalu berdasarkan kondisi tunas, busuk atau masih segar. Lalu pisahkan juga tunas yang sudah berakar dan belum. Hal ini untuk memperoleh kualitas tanaman yang baik dan mempersempit kemungkinan tersebarnya bakteri atau jamur bawaan.

MEMBANTU BIBIT BERADAPTASI

Setelah dilakukan seleksi bibit, letakkan bibit seleksi tersebut ke rak atau bilik khusus. Rak tersebut harus didesain agar bibit bisa terkena cahaya matahari 50 %. Hal ini dilakukan untuk membantu bibit bibit tersebut beradaptasi ketika dipindah ke media pembesaran nanti. Jangan lupa untuk selalu menyirami tanaman tersebut. Usahakan untuk menyiram bibit dengan campuran fungisida dan air sesekali. Ini supaya bibit bisa terbebas dari jamur atau hama. Pada masa adaptasi ini, terus awasi perkembangan bibit. Jika ada yang rusak atau tiba tiba membusuk, pisahkan dari kelompoknya.

PENYIAPAN LAHAN PEMBESARAN

Lahan yang akan digunakan untuk pembesaran tanaman jahe merah juga perlu disiapkan dengan baik. Hal ini dilakukan supaya tanaman bisa menghasilkan rimpang maksimal. Persiapan lahan yang akan digunakan sebenarnya ada dua jenis, yakni ditanam menggunakan media polybag dan lahan persawahan (bedengan atau guludan).

Jika ditanam media luas seperti sawah atau kebun, perlu dipastikan bahwa tanahnya memang gembur dan subur. Hal ini dilakukan supaya akar tanaman jahe merah bisa tumbuh dengan baik, maka pasokan unsur hara terpenuhi dan tanaman jahe merah pun akan tumbuh dengan baik.

Anda berminat budidaya jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah ready stok siap kirim kirim ke seluruh nusantara. Hubungi SMS /WA 087838393451. Salam sukses untuk pembudidaya jahe merah di seluruh Indonesia.

MANFAATKAN LAHAN KOSONG DENGAN BERTANAM JAHE MERAH

MANFAATKAN LAHAN KOSONG DENGAN BERTANAM JAHE MERAH

Musim hujan kembali tiba. Adalah saat tepat untuk menanam apa saja yang bermanfaat bagi kita. Salah satunya adalah tanaman Jahe merah yang memang sedang trend saat ini. Jahe merah jahe gajah adalah salah satu tanaman obat herbal yang memiliki banyak manfaat khasiat untuk kesehatan. Jahe merah adalah satu tanaman yang bernilai ekonomis mengingat harganya yang relatif tinggi dan stabil. Permintaan pasar terhadap jahe merah masih cukup tinggi, baik dari dalam negeri dan mancanegara.

budidaya jahe merah
Tanaman jahe merah

Jahe merah perlahan tapi pasti mulai banyak dibudidayakan masyarakat. Bukan saja untuk kepentingan ekonomis semata, tetapi juga untuk tanaman TOGA (tanaman obat keluarga) yang bisa saja dimanfaatkan untuk konsumsi, obat obatan dan kesehatan.  Jaher merah dan gajah jelas memiliki prospek cerah mengingat daya serap pasar yang masih besar.

 

Manfaatkan lahan kosong dengan bertanam jahe merah

Itulah sebabnya, menanam jahe merah tidak ada ruginya. Apalagi untuk anda yang memiliki lahan kosong atau nganggur. Daripada lahan tidak produktif alias tidak menghasilkan apa apa, kecuali rimbunan rumput, menanam jahe merah tentu bisa menjadi pilihan. Dengan menanam di lahan  kosong anda sudah melakukan satu langkah gerakan penanaman hijau untuk penyelamatan lingkungan dari pemanasan global sekaligus penghijauan yang bernilai ekonomis.

Menanam di Polybag

Namun, tentu diantara kita tidak semua memiliki lahan luas. Untuk anda yang memiliki lahan terbatas, menanam jahe merah di polybag bisa menjadi solusinya. Menanam jahe merah di polybag cukup mudah. Tinggal menyiapkan bibit jahe merah, bibit jahe gajah plastik polybag dan pupuk. Anda sudah bisa bertani atau bertanam jahe merah. Mudah bukan?

Menanam di Karung

media karung

Menanam di karung bisa menjadi salah satu pilihan disamping media polybag. Apalagi bila anda memang memiliki banyak karung nganggur yang bisa anda manfaatkan. Pada prinsipnya, media karung tidak jauh berbeda dengan media polybag; baik dari segi bibit, tanah, pupuk dan perawatan.

Namun, tentu saja setiap apapun ada ilmunya. Begitu pula dalam hal menanam jahe merah. Anda juga perlu belajar ke ahlinya. Itulah sebabnya, untuk anda yang berminat menanam jahe merah, kami siap membantu anda dengan menyediakan bibit jahe merah sekaligus bimbingan pelatihan. Terkait pelatihan budidaya jahe merah, kami siap bekerjasama dengan perusahaan swasta dan nasional dalam program CSR (corporate social responsibility)- nya. Pelatihan jahe merah bisa menjadi salah satu program pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan taraf ekonominya.

Anda berminat? Silahkan menghubungi kami di hp/WA 087838393451. Kami menyediakan bibit jahe merah kualitas super, sudah satu tahan, dan siap semai dan siap tanam. Kami siap kirim kirim ke seluruh indonesia. Salam agro, salam kejayaan untuk petani pembudidaya jahe merah.

Efesien manakah membeli bibit antara rimpang dan tunas dalam bentuk polybag?

Efesien manakah membeli bibit antara rimpang dan tunas dalam bentuk polybag?

Bila anda ingin membudidayakan jahe merah, tentu saja kebutuhan pertama adalah bibit jahe merah. Nah, bibit jahe merah setidaknya ada dua jenis ditinjau dari prosesnya. Satu jahe merah dalam bentuk rimpang. Kedua jahe merah dalam bentuk tunas yang umumnya dalam polybag. Pertanyaanya, manakah diantara keduanya yang lebih efisien atau lebih murah biayanya?

Perbedaan Jahe merah bibit rimpang dan Jahe merah tunas dalam polybag

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, sepatutnya kita uraikan dulu deskripsi atau penjelasan dari jahe merah bibit rimpang dan jahe merah tunas. Jahe merah bibit adalah jahe merah yang sudah memenuhi kriteria bibit jahe merah, yakni usia tanam satu tahun ke atas dengan kriteria bebas jamur dan busuk. Sementara jahe merah dalam polybag atau sudah bertunas adalah jahe merah yang sudah ditanam dalam polybag dengan proses penanaman minimal dua minggu. Jahe merah dalam bentuk polybag berbiaya mahal bila dikirim jarak jauh, dibanding jahe rimpang.

Dengan penjelasan tersebut diatas, kiranya sudah bisa menjawab pertanyaan tersebut diatas. Jadi, jelas bahwa membeli jahe merah dalam bentuk tunas di polybag lebih mahal dan kurang efisien dibanding membeli bibit jahe merah dalam bentuk rimpang. Jahe merah dalam bentuk tunas jelas merepotkan dan biayanya mahal, bila membawanya bersama polybag untuk dkirim di luar pulau.

Namun, membeli bibit jahe merah dalam bentuk rimpang tidak serampangan. Anda harus membeli bibit di penjual bibit yang sudah berpengalaman. Setidaknya bibit rimpang yang bagus untuk ditanam minimal usia pemanenan satu tahun ke atas dan telah diseleksi dari jamur dan busuk rimpang.

Efektif manakah, jahe merah dalam bentuk rimpang dan tunas di polybag?

Biasanya, bibit jahe merah rimpang dijual per kilo. Sedangkan bibit jahe merah tunas dijual per polybag. Jika bibit jahe merah rimpang dijual per kg 35 ribu, sementara bibit jahe merah tunas dijual per polybag( satu tunas) 2,500. Sedangkan bibit jahe merah rimpang 1 kg bila disemai rata rata menghasilkan antara 60 sampai 80 tunas. Katakanlah paling sedikit 50 tunas x @ 2500 : 125,000. Bandingkan, lebih murah bibit jahe merah rimpang bukan? Karena anda sudah hemat 90 ribu (125000-35,000).

Hanya saja banyak yang ragu untuk membeli bibit jahe merah rimpang. Alasanya macam macam; takut bila tidak bertunas, takut jelek dan lain sebagainya. Namun, permasalahan tersebut bisa diatasi bila anda membeli ke penjual bibit jahe merah terpercaya. Penjual bibit jahe merah terpercaya memiliki ciri ciri mencantumkan alamat dan hp dan siap dikunjungi atau disurvei lokasinya Serta sudah berpengalaman dan berkecimpung di dunia pembibitan jahe merah bertahun tahun. Bila anda bingung dalam proses penyemaian, penjual bibit jahe merah yang baik tentu siap membantu anda demi kesuksesan anda. Jadi, masih ragukah anda membeli bibit jahe merah dalam bentuk rimpang?

Namun, supaya adil, bukan berarti membeli bibit dalam bentuk tunas di polybag salah. Itu adalah hak pilihan anda. Bibit jahe merah dalam bentuk polybag cocok untuk dikirim area dekat. Namun, bila area jauh tentu menjadi tidak efisien karena memakan ongkos kirim yang besar. Jadi, bijaklah anda dalam membeli. Pepatah jawa bilang, “ono rego ono rupo” ada harga ada barang. Sekarang, Terserah anda pilih yang mana. Hanya saja saya berharap semoga anda sukses dalam budidaya jahe merah.

 

bibit jahe merah
bibit jahe merah dalam bentuk rimpang cocok untuk area dekat dan jauh.                                             

 

jahe merah

bibit jahe merah dalam bentuk polybag cocok

untuk area dekat.

Perbedaan Jahe Merah, emprit dan Gajah

PERBEDAAN JAHE MERAH, EMPRIT DAN GAJAH

Banyak pertanyaan yang masuk ke kami, apa perbedaan antara jahe merah, jahe emprit dan jahe gajah? jangan khawatir, kali ini budidaya jahe merah jogja akan berbagi info untuk anda yang ingin mencoba budidaya jahe merah.

Secara umum jahe merah terbagi dalam tiga macam; yakni jahe merah, emprit dan jahe gajah. Jahe merah merupakan jahe dengan nama latin Zingiber officinalevar rumbrum yang juga biasa disebut jahe sunthi. Jahe merah memiliki rimpang berwarna hijau kemerah-merahan dengan aroma khas pedas. Jahe merah banyak dimanfaatkan untuk pembuatan minyak jahe dan bahan obat-obatan.

JAHE MERAH

Jahe merah memiliki kandungan minyak asiri lebih besar yakni sekitar 2,58 – 2,72 %. Sementara jika dilihat dari ukuran rimpangnya jahe merah memiliki ukuran rimpang yang agak kecil, ruas rata dan sedikit menggembung. Lalu panjang daun sekitar 24,5 cm- 24,8 cm.

jahe merah, bibit jahe merah

jahe merah

JAHE EMPRIT

Untuk jahe emprit atau yang biasa disebut jahe putih kecil lebih berwarna putih, bentuknya agak pipih, berseratb lembut dan aromanya kurang tajam disbanding jahe merah. Jahe emprit banyak dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan jamu segar maupun kering. Jahe emprit juga digunakan untuk bahan pembuatan minuman, penyedap makanan, rempah-rempah serta cocok untuk ramuan obat-obatan.

jahe emprit, bibit jahe emprit

jahe emprit

JAHE GAJAH

Jahe gajah atau jahe besar/ jahe badak memiliki warna putih kekuningan. Di samping itu, rimpangnya lebih besar dan gemuk dengan ruas rimpang lebih menggembung dari pada jenis lainnya. Jahe gajah biasanya digunakan untuk sayur, masakan, minuman, permen dan rempah-rempah. Jahe gajah cocok dikonsumsi waktu berumur muda maupun tua, baik sebagai jahe segar maupun olahan.

jahe gajah, bibit jahe gajah, jual jahe gajah

jahe gajah, budidaya jahe gajah

Demikian sedikit info Perbedaan jahe merah, jahe emprit dan jahe gajah.

Anda berminat budidaya jahe? kami sedia bibit jahe merah, bibit jahe emprit dan bibit jahe gajah. Hubungi hp/WA 087838393451. Lokasi di Rajek Lor RT 2 Rw 24 Tirtoadi Mlati Sleman DIY.

Cara Budidaya Jahe Merah

Cara Budidaya Jahe Merah

Budidaya jahe merah kian ramai saja. Jahe merah memiliki nama ilmiah Zingiber officinale var rubrum rhizome. Jahe jenis ini memiliki kandungan minyak atsiri tinggi dan rasa paling pedas, sehingga cocok untuk bahan dasar farmasi dan jamu. Ukuran rimpangnya paling kecil dengan kulit warna merah, serat lebih besar dibanding jahe biasa.

Meskipun akar tanaman jahe merah tumbuh dari rimpang , namun seluruh rimpang biasanya disebut sebagai ” jahe merah ” ketika dijual di toko-toko . cara budidaya Jahe merah sebenarnya tidak terlalu sulit, jahe merah tidak tumbuh dari biji seperti tanaman berbiji pada umumnya , tetapi jahe merah dibudidayakan menggunakan stek dari rimpang jahe merah yang sudah ada .

jahe merah segar yang sudah memiliki kualitas dan kualifikasi menjadi bibit adalah jahe merah yang terbaik untuk dijadikan stek , meskipun jahe merah yang dibeli di toko maupun di pasar-pasar tradisional  juga akan tumbuh menjadi tanaman jahe merah baru, namun untuk hasil terbaik gunakan bibit jahe merah yang sudah tua.

jahe merah standar bibit akan menghasilkan kualitas jahe merah yang memuaskan, karena sebagian besar jahe merah yang dijual dipasar adalah jahe merah kualitas konsumsi, sehingga kurang baik saat dijadikan bibit untuk dibudidayakan kembali. Untuk hasil maksimal bibit jahe merah harus ditanam di awal musim semi/ musim hujan seperti di Indonesia, di daerah di mana ia tidak menerima sinar matahari langsung, hal ini bisa disiasati dengan menggunakan paranet diatas tempat budidaya jahe merah .

 

cara pemilihan bibit dan pengolahan masa tanam adalah :

  1. Pilih jahe merah gemuk berumur minimal 1thn dengan beberapa ruas rimpang dan kuncup mata terlihat. Tunas akan muncul sebagai benjolan kecil atau pada permukaan rimpang , mirip dengan mata kentang.
  2. Potong jahe merah ukuran 1 inci 1 buah 1 /2-inch di setiap ruas mata tunas , dengan masing-masing ruas memiliki setidaknya satu mata tunas . Jika tidak ada cukup mata tunas pada bibit jahe merah, Anda dapat memotong ruas yang lebih besar jika diinginkan.
  3. Letakkan jahe merah kering di lokasi sejuk dari sinar matahari langsung selama dua sampai tiga hari setelah pemotongan . periode pengeringan ini mengurangi kemungkinan busuk atau kerusakan lainnya setelah penanaman.
  4. Tanaman stek jahe merah di baki sekitar 1 inci letakkan di ruangan sihu lembab , gunakan media tanah dikeringkan yang telah dicampur dengan pasir dan kompos atau bahan organik lainnya . usahakan Ruangan inkubasi stek terpisah dan diberi jarak antara rimpang, agar dapat memungkinkan ruang yang cukup untuk pengembangan rimpang hasil stek.
  5. Siram sedikit air sampai tanaman jahe merah muncul tunas baru dari tanah dan mengembangkan daun . penyiraman lanjutan diperlukan untuk menjaga tanah lembab tapi menghindari oversaturation .
  6. Setelah penanaman, masa Panen jahe merah ditandai dengan pertumbuhan tanaman melambat dan daun mulai menguning . sehingga siap untuk menggali seluruh akar dan memotong bagian tanaman yang berada di atas tanah . jahe merah yang tidak terpakai dapat dipotong dan ditanam untuk membuat tanaman jahe merah baru.

Demikian sedikit ulasan dari kami semoga bermanfaat. Bagi anda yang berminat budidaya jahe merah dengan mudah, silahkan segera menghubungi kami. Kami menyediakan bibit jahe merah dengan kualitas istimewa. Segera hubungi kami melalui kontak hp/WA 087838393451. semoga anda sukses dalam budidaya jahe merah.

 

budidaya jahe merah
budidaya jahe merah

budidaya jahe merah

Budidaya Jahe Merah

Jahe merah sudah banyak dikenal dan dikonsumsi masyarakat indonesia. Bagi anda yang tertarik untuk mencoba budidaya jahe merah perlu memperhatikan kondisi iklim yang cocok untuk pembudidayaan. Jahe merah sangat cocok ditanam pada iklim yang mempunyai curah hujan tinggi kisaran antara 2500-4000 mm/tahun. Setelah umur 2,5-7 bulan tanaman jahe merah juga membutuhkan paparan sinar matahari yang cukup, sehigga lebih baik tanaman jahe merah diletakkan pada tempat yang terkena paparan sinar matahari sepanjang hari. Pengaturan suhu pun harus diperhatikan suhu optimum yang dibutuhkan tanaman jahe merah adalah antara 20-35 derajat celcius. Sehingga jahe merah dapat berkembang optimal.

PEMILIHAN MEDIA TANAM

Pemilihan media tanam, jahe merah tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis dengan ketinggian 0 sampai 2000 m dpl di indonesia yang mempunyai daaerah tropis tanaman jahe merah biasanya ditanam di ketinggian 200 smpai 600 m dpl. Sebelum memilih media tanam pastikan anda mempunyai bibit yang unggul dan mempunyai kualitas bagus yang diambil dari perkebunan atau dari pembibitan yang sudah ada sehingga nanti dapat dihasilkan tanaman jahe merah dengan varietas tanaman yang tumbuh tinggi dengan hasil terbaik.

Untuk media tanam budidaya jahe merah bisa menggunakan dua media, bisa menggunakan media lahan dan bagi anda yang tidak memiliki lahan cukup luas untuk bertanam jahe merah tidak usah khawatir karena media polybag pun bisa digunakan sebagai solusi permasalahan lahan. Jika anda mempunyai cukup lahan kosong maka bibit jahe merah bisa ditanam pada kondisi tanah yang subur , gembur dan banyak mengandung bahan organik seperti tanah latosol berwarna merah kecoklatan atau andosol. Sementara itu tekstur tanah yang baik bagi pertumbuhan jahe merah adalah tanah-tanah bertekstur lempung, lempung liat berpasir, lempung berdebu serta lempung berliat. Derajat keasaman tanah yang dibutuhkan minimal 4,5 sedangkan untuk idealnya dibutuhkan PH 6,8-7,4 yang juga perlu diperhatikan adalah kmiringan tanah usahakan jahe merah ditanam pada lahan dengan kemiringan kurang dari 3%.

Sedangkan bagi anda yang tidak memiliki lahan atau hanya memiliki lahan sempit, tidak usah risau karena jahe merah juga dapat di tanam melalui media polybag yang tidak memerlukan banyak tempat tentunya. Sebelum memulai bertanam jahe merah siapkan polybag sesuai kebutuhan setara dengan jumlah rimpang yang dimiliki.

BUDIDAYA JAHE MERAH DALAM POLYBAG

Tanaman jahe merah yang ditanam dalam polybag memerlukan perawatan rutin yaitu harus di sirami terus menerus setiap hari pada pagi dan sore hal ini untuk menyiasati agar tanaman jahe merah tidak kekurangan air apabila ditanam sebelum musim penghujan dan juga agar tanah didalam polybag tetap gembur tidak kering sehingga tanaman jahe merah didalam polybag tidak mati. Seain disirami tanaman juga harus diberi pupuk, paling baik pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang seperti kotoran sapi atau kambing atau juga bisa menggunakan pupuk jadi yang terbuat dari bahan organik seperti pupuk Super Nasa. Terimakasih atas kunjungannya, semoga anda sukses dalam budidaya 

Cara Pemilihan Bibit Jahe Merah

Untuk memulai menanam jahe merah tentu dibutuhkan bibit jahe merah.

Bibit jahe merah yang mempunyai kualitas baik akan menghasilkan jahe merah yang baik juga saat dipanen. Dengan mengetahui kondisi bibit bertujuan agar tidak ada hambatan dalam proses budidaya.

            Bibit jahe merah yang baik dan berkualitas dapat dilihat dari beberapa hal diantaranya bibit jahe merah sebaiknya diambil dari tanaman jahe yang sudah tua berkisar umur 12 bulan. Bibit jahe merah diambil dari tanaman jahe yang tidak terserang hama penyakit. Sebaiknya bibit jahe merah diambil dari kebun bukan dari pasar untuk konsumsi.  Bibit jahe merah sebaiknya dalam kondisi mulus tidak lecet atau terluka.

Selamat mencoba untuk anda semua, kami menyediakan bibit jahe merah.

Bagi anda yang berminat silahkan dapat menghubungi kami melalui :

Call/sms : 087838393451.

 

Kabar baik untuk anda yang mempunyai lahan kosong, dari pada nganggur tanpa hasil lebih baik ditanami jahe merah dengan modal ringan hasil melimpah.

PEMILIHAN LAHAN TANAM JAHE MERAH

Budidaya jahe merah dapat dilakukan di lahan yang cocok yaitu:

  • Pilih lahan yang bukan dari bekas tanaman rimpang yang terkena penyakit bawaan bakteri leguminosae, family solanaceae, masaceae atau tanaman gulma dan inang yang menyebabkan daun layu.
  • Lahan yang pernah digunakan untuk menanam jahe bisa dirotasikan dengan tanaman lain (sistem selang seling tanam) dengan memupuk menggunakan pupuk non pestisida dan kimia.
  • Lahan yang belum pernah digunakan atau masih perawan dapat langsung ditanami bibit jahe merah.
  • Curah hujan yang dibutuhkan antara 1500-300mm/tahun, dengan 7-8bulan basah, bisa juga disiasati dengan cara pengairan.
  • Struktur tanah gembur dengan kedalaman olah 30cm untuk memudahkan proses tanam bibit jahe merah. Semoga anda sukses dalam budidaya jahe merah.

 

budidaya jahe merah
budidaya jahe merah

 

 

Memilih Lahan untuk Menanam Jahe Merah

Memilih Lahan untuk Menanam Jahe Merah

 

Anda memiliki lahan kosong tak terpakai dan tidak menghasilkan apa apa. Pertanyaanya, apakah anda ingin mengubah lahan anda yang kosong tak bernilai menjadi lebih bernilai dan produktif secara ekonomis dan ekologis? Salah satu jawaban yang cukup tepat adalah dengan membudidaya jahe merah. Ya, budidaya jahe merah bisa menjadi salah satu pilihan usaha agribisnis yang berprospek cerah.

Lalu, bagaimana yang harus disiapkan untuk memulai budidaya jahe merah? Pilihlah lahan yang subur, lahan yang bukan dari bekas tanaman rimpang yang terkena penyakit bawaan bakteri leguminosae, family solanaceae, masaceae atau tanaman gulma dan inang yang menyebabkan daun layu.

  • Lahan yang pernah digunakan untuk menanam jahe bisa dirotasikan dengan tanaman lain (sistem selang seling tanam) dengan memupuk menggunakan pupuk non pestisida dan kimia.
  • Lahan yang belum pernah digunakan atau masih perawan dapat langsung ditanami bibit jahe merah.
  • Curah hujan yang dibutuhkan antara 1500-300mm/tahun, dengan 7-8 bulan basah, bisa juga disiasati dengan cara pengairan.
  • Struktur tanah gembur dengan kedalaman olah 30cm untuk memudahkan proses tanam bibit jahe merah.

bitit jahe merah budidaya jahe merah

 

Bagaimana cara memilih Bibit Jahe Merah yang unggul?

Bagaimana cara memilih Bibit Jahe Merah yang unggul?

Untuk memulai menanam jahe merah tentu dibutuhkan bibit jahe merah. bibit jahe merah merupakan hal yang utama sebelum menanam jahe merah. salah memilih bibit jahe merah bisa berakibat fatal dalam proses penanamannya. Bisa jadi bibit enggan tumbuh, bahkan menjadi busuk rimpangnya. Apa pasal? Bagaimana cara memilih Bibit Jahe Merah yang unggul?

Bibit jahe merah yang mempunyai kualitas baik akan menghasilkan jahe merah yang baik juga saat dipanen. Dengan mengetahui kondisi bibit bertujuan agar tidak ada hambatan dalam proses budidaya.

            Bibit jahe merah yang baik dan berkualitas dapat dilihat dari beberapa hal diantaranya bibit jahe merah sebaiknya diambil dari tanaman jahe yang sudah tua berkisar umur 12 bulan. Bibit jahe merah diambil dari tanaman jahe yang tidak terserang hama penyakit. Sebaiknya bibit jahe merah diambil dari kebun bukan dari pasar untuk konsumsi.  Bibit jahe merah sebaiknya dalam kondisi mulus tidak lecet atau terluka.

Selamat mencoba untuk anda semua, kami menyediakan bibit jahe merah.

Bagi anda yang berminat silahkan dapat menghubungi kami melalui :

Call/sms : 087838351656/08122779928

bitit jahe merah budidaya

Budidaya Jahe Merah dalam Polybag

Budidaya Jahe Merah dalam Polybag

Budidaya Jahe Merah kini semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat. Hal ini tentu bukan tanpa sebab. Budidaya Jahe merah memang memiliki potensi ekonomis yang cukup prospek untuk dibudidayakan, dalam konteks saaat ini dan mendatang. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya permintaan jahe merah dalam industri dalam negeri dan luar negeri (untuk diekspor).Budidaya Jahe Merah dalam Polybag

Nah, disinilah sebenarnya letak peluang budidaya jahe merah. Anda Punya kesempatan meraih peluang ini untuk meraup keuntungan maksimal dengan membudidayakan jahe merah. Apalagi, budidaya jahe merah tergolong tidak begitu banyak tergantung dengan cuaca, lokasi dan lain sebagainya. Anda bisa menggunakan polybag untuk membudidayakan jahe merah ini.

Nah, untuk anda yang berminat untuk membudidayakan jahe merah bisa menghubungi kami. Kami siap membantu anda dengan menyediakan bibit jahe merah serta memberikan pelatihan teknis tentang tata cara budidaya jahe merah. Saudara-saudara yang ingin membudidayakan jahe merah bisa menghubungi nomor 087838393451  berlokasi di Rajek Lor RT 2 RW 24 Tirtoadi Mlati Sleman

Budidaya Jahe Merah dalam Polybag polybag organik super