Cara menyelamatkan bibit jahe merah rimpang dari serangan jamur

bibit jahe merah

Budidaya jahe merah pada tahun-tahun kebelakang ini menjadi bisnis yang sangat menggembirakan. Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang ini, budidaya jahe merah menjadi tren positif baru yang menggembirakan di tengah-tengah masyarakat. Dikarenakan kesadaran berkebun dan Kembali pada tanaman obat alami mulai menunjukan kebangkitannya. Tidak heran kebiasaan baru ini juga mendongkrak konsumsi rimpang-rimpangan terutama jahe merah. Ini adalah opportunity  yang menjanjikan dengan prospek yang bagus.

Namun perlu diperhatikan semua budidaya pasti mengalami kendala, tidak terkecuali budidaya jahe merah, apabila menemui kendala, tergantung bagaimana upaya kita mencari solusi  untuk mengatasi kendala tersebut. Pemilihan bibit jahe merah untuk di tanam pun kadang menemui kendala, salah satunya apabila mendapati rimpang bibit jahe merah yang terinfeksi jamur. Apabila di biarkan terus menerus rimpang jahe merah akan diselimuti jamur di sekejur rimpang, hal ini di tandai dengan berkembangnya jamur putih kecoklatan seperti kapas yang semakin hari semakin banyak apabila tidak di atasi.

Adakala jamur yang tumbuh pada rimpang bibit jahe merah adalah jamur kipas kuning yang semakin hari dapat membuat rimpang kisut, keriput dan kemudian mongering. Apabila mengalami hal seperti ini dikhawatirkan akan mempengaruhi kualitas bibit jahe merah yang akan di tanam, ini juga akan berimbas pada hasil panen yang di peroleh nanti. Untuk mencegah kerugian petani dalam budidaya jahe merah yang diakibatkan karena jamur.

bibit jahe merah rimpang bebas dari jamur

Idealnya pencegahan jamur dapat dilakukan pada saat penyortiran bibit jahe merah rimpang, apabila rimpang bibit jahe merah yang terinfeksi jamur masih sedikit belum menunjukan tanda-tanda keseriusan, hal pertama yang bisa dilakukan adalah memisahkan rimpang yang terinfeksi jamur dari rimpang yang sehat, kemudian taruh di wadah khusus yang tidak tercampur. Kemudian rendam dengan fungisida/antracol, bawang merah dan juga bawang putih.kemudian rendam rimpang yang terinfeksi jamur,  Rimpang yang sudah direndam selama 15-30 menit kemudian angin-anginkan sebentar. Setelah diangin-anginkan sikat rimpang yang terkena jamur tersebut dengan sikat gigi yang sudah tidak terpakai. Sikat secukupnya sampai jamur nya hilang. Kemudian rendam lagi dengan antracol atau fungisida selama 15 menit.

Setelah rendaman kedua, angkat rimpang bibit jahe merah kemudian angin-anginkan . untuk penyemaian bibit rimpang jahe merah medianya juga harus di pisah dengan yang sehat. Sebelum menggunakan Media penyemaian, kocor media dengan obat trico. Jangan lupa setelah penyemaian, perawatan berkala pun perlu di perhatikan. Agar bibit jahe merah yang sudah di semai tumbuh dengan baik. Apabila dengan melakukan treatmen di atas tetap tidak membuahkan hasil atau rimpang jahe merah semakin lama menunjukan perkembangan jamur yang signifikan.segera bongkar dan bakar rimpang yang sudah terinfeksi parah agar tidak menular pada rimpang yang sehat.

Usahakan juga saat pemanenan rimpang tua yang bertujuan untuk bibit Kembali, bibit jahe merah rimpang dalam keadaan kering, tidak basah untuk meminimalisir perkembangan jamur saat dimasukan dalam karung. Pencegahan berikutnya adalah saat pemotongan rimpang. Bagian yang luka segera di olesi dengan fungisida, hal ini bertujuan untuk menghambat laju pertumbuhan jamur yang muncul dari daging dalam rimpang.

Demikiam sedikit informasi yang dapat kami sampaikan . semoga bermanfaat dan dapat di aplikasikan cara budidaya jahe merah dengan sebaik-baiknya. Terima kasih salam untuk para petani jahe merah di Indonesia. Mari cintai alam mulai menanam. Info seputar budidaya jahe merah dan kami juga menjual bibit jahe merah dapat menghubungi kami via telpon atau wa ke 082136461851

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *