Cara Mudah Membuat Bibit Jahe Merah

bibit jahe merah

Bibit jahe merah banyak dicari di pasaran. Orang-orang mulai memburu rimpang-rimpangan satu ini karena khasiat yang ada di dalamnya. Kini, obat herbal digemari sebagai alternatif medis. Kandungan minyak atsiri yang tinggi di dalam jahe merah dipercaya dapat meningkatkan imun tubuh.

Jika Anda berminat ikut membudidayakan jahe merah, Anda bisa mulai dengan mencari bibitnya terlebih dahulu. Bibit jahe merah bisa diperoleh dengan dua cara: pertama, membelinya di tempat budidaya bibit; kedua, membuat sendiri bibit jahe merah di rumah.

 Kualitas bibit jahe merah menentukan hasil saat panen. Makin berkualitas bibit yang kita semai, makin optimal pula panen yang nantinya akan kita tuai. Sekarang, banyak tempak yang telah menyediakan bibit jahe merah. Namun, Anda juga harus jeli. Bibit jahe merah mana yang benar-benar berkualitas tinggi. Jangan sampai Anda menghabiskan banyak uang untuk memborong jahe yang punya kualitas buruk. Anda bisa berlangganan bibit jahe merah dengan pembudidaya yang terpercaya. Perlu diingat, induk bibit jahe merah sangat berpengaruh pada bibit itu sendiri.

Membuat Bibit Jahe Merah

Tak terlalu sulit membuat bibit jahe merah sendiri. Hanya perlu ketelatenan. Apalagi, Anda sudah tahu mana bibit jahe unggulan dan mana bibit yang buruk. Untuk membikin bibit jahe, beberapa ada beberap hal yang perlu diperhatikan. Misalnya, memilih rimpang yang pas dan membikin lahan yang subur.

bibit jahe merah
bibit jahe merah

Memilih Rimpang bibit jahe merah

Rimpang terbaik yang bisa digunakan untuk bibit adalah rimpang yang tua. Padahal, dalam satu buah rimpang jahe merah, rimpang tidak memiliki usia yang sama. Kenapa bisa begitu? Sebab, dalam pertumbuhan jahe merah, rimpang selalu tumbuh. Rimpang jahe terus menerus tumbuh seiring waktu. Jadi, tak heran, dalam satu buah tanaman jahe, ada rimpang yang tua, tetapi ada pula yang masih muda.

Untuk dijadikan bibit, Anda bisa memilih rimpang primer atau yang paling tua. Rimpang tua itu lebih kuat dan tentunya lebih cepat tumbuh tunas.  

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh pembudidaya bibit jahe merah untuk memperlakukan calon bibit sebelum mulai disemai.

Memotong Rimpang atau Membiarkannya Utuh

Untuk dijadikan bibit, rimpang jahe bisa dipotong ataupun dibiarkan utuh. Ada kelemahan dan kelebihan di setiap cara. Anda bisa menggunakan rimpang primer saja. Namun, sebaiknya menyemai bibit tanpa dipotong. Memotong bibit berisiko membuat rimpang busuk karena serangan bakteri. Bibit yang tak dipotong lebih kuat dalam bertahan dari cendawan dan hama.

Namun, jika Anda tak memotong bibit, Anda akan menghabiskan banyak tempat. Sebaliknya, jika Anda memotong rimpang, Anda bisa menghemat lahan. Sebab, rimpang yang utuh membutuhkan banyak tempat karena ukurannya yang cenderung besar.

Menyeterilkan Bibit jahe Merah

Sebelum disemai, bibit jahe harus disterilkan lebih dahulu. Hal ini bertujuan agar bakter yang ada di luar bibit mati. Jadi, bibit yang akan kita pakai adalah bibit jahe merah yang sehat dan bersih. Anda bisa menyeterilkan bibit jahe merah dengan menggunakan abu sekam atau abu bakar dengan bakterisida (agrymicin). Anda bisa juga membeli obat khusus yang biasa dipakai untuk mensterilkan rimpang. Terdapat dua cara mensterilkan bibit, yaitu cara basah dan cara kering.  

Cara basah adalah dengan memasukkan bakal bibit ke dalam drum atau ember yang sudah dicampur dengan air dan larutan bakterisida. Perbandingannya adalah, setiap 1 liter air dicampur dengan 0,6 gram bakterisida. Setelah itu, tiriskan. Lalu, setelah semuanya tiris, Anda bisa menaburkan abu sekam.

Untuk calon bibit jahe merah yang tidak dipotong, Anda cukup merendam dalam air yang sudah dicampur dengan bakterisida selama 30 menit.

Cara kering tak jauh beda dengan cara basah. Dalam sterilisasi cara kering, Anda tak perlu mencampur bakterisida dengan air. Jadi, Anda bisa langsung mencampur bakterisida dengan abu sekam, memasukkannya ke wadah, lalu mencampurkan calon bibit ke dalamnya. Dalam cara kering, Anda harus bisa memastikan, campuran tersebit bisa meresap ke dalam daging jahe merah.

Menyiapkan Lahan

Berikutnya, Anda bisa menyiapkan lahan untuk penyemaian. Ada dua cara, yaitu dengan sistem bedengan dan kotak.

  1. Sistem Bedengan

Sistem baedengan sangat mudah. Anda hanya perlu menyemai bibit jahe merah langsung pada tanah gembur (tanpa media). Cara ini dianggap lebih murah karena tak memerlukan media khusus untuk penanaman. Pembudidaya hanya perlu lahan subur.

  • Sistem kotak

Cara membuat lahan bibit bisa menggunakan media kotak atau rak. Cara ini sangat cocok bagi pembudidaya yang tak memiliki banyak lahan. Kelemahannya, harga produksinya tergolong lebih mahal dari cara bedengan. Namun, dengan cara ini kita bisa mengontrol bibit dengan baik. Pasalnya, rak atau kotak bisa diletakkan di tempat lembab dan terlindung dari cahaya. Jadi, kita bisa menggunakan penutup yang gampang dibuka untuk mengontrol apabila ada rimpang yang muali busuk.

Membeli Bibit Jahe

Cara tersebut memang membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Bagi Anda yang ingin membudidayakan jahe merah, tetapi tak ingin repot membikin bibit, Anda bisa mencari bibit jahe merah berkualitas di pasaran.

Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya. Bibit jahe merah unggul berpengaruh pada hasil panen yang lebih maksimal. Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

You Might Also Like

2 Replies to “Cara Mudah Membuat Bibit Jahe Merah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *