Tanaman Jahe merah media polybag di suatu perkebunan

Tanaman Jahe merah media polybag di suatu perkebunan

Budidaya tanaman jahe merah semakin digemari More »

Bibit jahe merah dalam bentuk rimpang

Bibit jahe merah dalam bentuk rimpang

Bibit jahe merah dalam bentuk rimpang. Kriteria bibit adalah minimal usia tanam satu tahun, siap semai dan siap tanam More »

Fermentasi urine kelinci

Fermentasi urine kelinci

fermentasi urine kelinci cocok untuk pupuk organik cair dalam Budidaya Jahe Merah More »

 

Tag Archives: bibit jahe merah bogor

Pentingnya Bibit Jahe Merah sudah “Parkir”

bibit jahe merah

Bibit Jahe Merah yang sudah “Parkir” dan Pentingnya Untuk Pembesaran Jahe Merah

 

Pengertian Jahe merah “Parkir”

Sebelum anda menanam jahe merah, tentu saja penyiapan bibit jahe merah merupakan hal krusial disamping penyiapan lahan. Kesiapan bibit jahe merah sangat menentukan kesuksesan dalam budidaya jahe merah. Dalam menanam jahe merah, diperlukan bibit jahe merah yang sudah siap tanam dan sudah parkir. Lalu apa pengertian jahe merah yang sudah parkir? Dan apa manfaatnya bagi penanaman jahe merah? Berikut ulasannya

Jahe merah parkir adalah jahe merah yang sudah dikondisikan secara khusus setelah panen. Jahe merah parkir setidaknya sudah parkir alias sudah ditaruh di gudang selama minimal satu minggu. Jahe merah parkir berarti jahe merah yang disimpan dalam gudang sehabis dipanen. Jadi sifatnya tidak fresh panen atau segar.

Mengapa harus Parkir?

Jahe merah yang sudah parkir selama satu minggu tentu saja kondisinya lebih siap tanam daripada fresh panen. Jahe merah yang sudah parkir umumnya mata tunasnya sudah mulai muncul sedikit sedikit, walaupun tidak semua. Yang terpenting, jahe merah nya sudah tua dengan usia tanam minimal satu tahun.

Jahe merah yang sudah parkir tujuanya disamping lebih siap tanam, juga untuk meminimalisir munculnya penyakit yang menyerang jahe merah seperti jamur, busuk rimpang dan lain sebagainya. Jahe merah parkir memiliki kualitas yang lebih tinggi dibanding yang baru fresh panen untuk pembibitan jahe merah.

bibit jahe merah

bibit jahe merah yang sudah parkir lebih cepat tumbuh tunasnya bila disemai

Mempercepat Proses Penyemaian

Bibit jahe merah yang sudah parkir bila disemai, lebih cepat pertumbuhannya dibanding yang fresh panen. Hal ini tentu saja membuat hemat waktu anda sehingga lebih efektif efisien. Penulis sendiri pernah mencoba kedua jahe merah tersebut, baik fresh panen (baru dipanen) maupun yang sudah parkir, hasilnya, yang sudah parkir terbukti lebih cepat tumbuh daunnya dibanding yang fresh panen. Itulah sebabnya, memilih bibit jahe merah yang sudah parkir patut dijadikan pertimbangan anda sebelum membeli bibit jahe merah.

Vista Agromedia menjual bibit jahe merah yang sudah parkir dengan kualitas unggul, sehat, siap tanam dan siap semai. Vista agromedia siap mengirim bibit jahe merah ke seluruh pelosok nusantara lewat ekspedisi terpercaya seperti Indah Cargo, tam cargo, AAC Cargo, Dakota, dan lain sebagainya. Bagi anda yang berlokasi di dekat tempat kami, bisa berkunjung langsung di kebun bibit kami di Dusun Rajek Lor RT 02 RW 24 Desa Tirtoadi Mlati Sleman.

 

Alternatif Menyemai Bibit Jahe Merah

bibit jahe merah

Bibit Jahe Merah, – Supaya pertumbuhan tanaman seragam dan efektif, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan sebelum menanam jahe merah, yakni terkait penyemaian benih yang benar. Penyemaian benih cukup menentukan kelangsungan tanaman jahe merah agar bibit yang dihasilkan benar benar berkualitas, super dan memuaskan hasil panennya.

Kecambahkan Bibit Jahe Merah

Sebelum ditanam, sebaiknya bibit dikecambahkan terlebih dahulu. Dalam hal ini ada dua cara yang bisa dikemukakan disini. Pertama, Penyemaian pada Peti Kayu atau wadah tertentu. Dimana rimpang jahe yang yang baru dipanen dijemur sementara (tidak sampai kering), kemudian disimpan sekitare 1 sampai 1,5 bulan. Patahkan rimpang tersebut dengan tangan dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan dijemur ulang setengah hari – 1 hari.

Selainjutnya, potongan bakal bibit tersebut dikemas ke dalam karung beranyaman jarang, lalu dicelupkan dalam larutan fungisida dan zat pengatur tumbuh sekitar 1 menit, kemudian dikeringkan. Lalu, dimasukkan ke dalam peti kayu. Lakukan cara penyemaian dengan peti kayu sebagai berikut; pada bagian dasar peti kayu diletakkan bakal bibit selapis, kemudian diatasnya diberi abu gosok atau sekam padi, demikian seterusnya sehingga yang paling atas adalah abu gosok atau sekam padi. Setelah 2-4 minggu, bibit jahe merah tersebut sudah bisa disemai.

bibit jahe merahng,

Buat Bedeng Untuk Penyemaian Bibit Jahe Merah

Kedua, penyemaian dengan teknik bedengan. Cara ini dengan membuat rumah penyemaian sederhana ukuran 10 x 8 m untuk menanam bibit jahe merah 1 ton (untuk 1 ha). Didalam rumah tersebut dibuat bedengan dari tumpukan jerami setebal 10 cm. Rimpang bibit jahe merah disusun pada bedengan jerami lalu ditutupi jerami dan diatasnya diberi rimpang lalu diberi jerami pula. Dan seterusnya. Sehingga didapatkan empat susunan lapis rimpang dengan bagian atas berupa jerami.

Perawatan bibit jahe merah pada bedengan dapat dilakukan dengan penyiraman setiap hari dan sesekali disemprot dengan fungisida. Setelah 2 minggu, biasanya rimpang sudah bertunas. Pilih bibit yang berkualitas baik dengan ciri ciri rimpang sehat, tumbuh lebat dan memiliki mata tunas yang baik.

Penyemaian BIBIT jahe merah dengan Kotak Kayu

Selain membuat bedengan di tanah, anda juga bisa menyemai bibit jahe merah dengan menggunakan kotak kayu. Tentu saja sebelumnya bikin kotak kayu, lalu taruh tanah yang subur yang gembur dicampur dengan sedikit kompos, sekam bakar atau kotoran kambing. Lalu bibit jahe merah yang sudah disiapkan dipotong potong sekitar 5 cm. lalu sirami sehari minimal satu kali sampai tiga minggu. bibit jahe merah akan segera bertunas dan siap untuk dipindahkan di media baru baik media tanah, polybag, karung ataupun keranjang. semoga bermanfaat.

bibit jahe merah

Cara Mudah Menyemai Bibit Jahe Merah

bibit jahe merah

Bibit Jahe Merah, – Supaya pertumbuhan tanaman seragam dan efektif, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan sebelum menanam jahe merah, yakni terkait penyemaian benih yang benar. Penyemaian benih cukup menentukan kelangsungan tanaman jahe merah agar bibit yang dihasilkan benar benar berkualitas, super dan memuaskan hasil panennya.

Kecambahkan Bibit Jahe Merah

Sebelum ditanam, sebaiknya bibit dikecambahkan terlebih dahulu. Dalam hal ini ada dua cara yang bisa dikemukakan disini. Pertama, Penyemaian pada Peti Kayu atau wadah tertentu. Dimana rimpang jahe yang yang baru dipanen dijemur sementara (tidak sampai kering), kemudian disimpan sekitare 1 sampai 1,5 bulan. Patahkan rimpang tersebut dengan tangan dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan dijemur ulang setengah hari – 1 hari.

Selainjutnya, potongan bakal bibit tersebut dikemas ke dalam karung beranyaman jarang, lalu dicelupkan dalam larutan fungisida dan zat pengatur tumbuh sekitar 1 menit, kemudian dikeringkan. Lalu, dimasukkan ke dalam peti kayu. Lakukan cara penyemaian dengan peti kayu sebagai berikut; pada bagian dasar peti kayu diletakkan bakal bibit selapis, kemudian diatasnya diberi abu gosok atau sekam padi, demikian seterusnya sehingga yang paling atas adalah abu gosok atau sekam padi. Setelah 2-4 minggu, bibit jahe merah tersebut sudah bisa disemai.

bibit jahe merahng,

Buat Bedeng Untuk Penyemaian Bibit Jahe Merah

Kedua, penyemaian dengan teknik bedengan. Cara ini dengan membuat rumah penyemaian sederhana ukuran 10 x 8 m untuk menanam bibit jahe merah 1 ton (untuk 1 ha). Didalam rumah tersebut dibuat bedengan dari tumpukan jerami setebal 10 cm. Rimpang bibit jahe merah disusun pada bedengan jerami lalu ditutupi jerami dan diatasnya diberi rimpang lalu diberi jerami pula. Dan seterusnya. Sehingga didapatkan empat susunan lapis rimpang dengan bagian atas berupa jerami.

Perawatan bibit jahe merah pada bedengan dapat dilakukan dengan penyiraman setiap hari dan sesekali disemprot dengan fungisida. Setelah 2 minggu, biasanya rimpang sudah bertunas. Pilih bibit yang berkualitas baik dengan ciri ciri rimpang sehat, tumbuh lebat dan memiliki mata tunas yang baik.

Berkah Saraba Jahe Merah

Mengusir masuk angin dengan saraba jahe merah khas makasar

Jahe merah di kenal sebagai rimpang yang memiliki cita rasa pedas. Karena rasa pedas yang di hasilkannya, jahe merah sering di manfaatkan sebagai minuman penghangat badan. Pada musim penghujan misalnya, jahe merah diracik sebagai minuman pengusir masuk angina dan perut kembung. Rimpang berkualitas yang di petik dari kebun pelaku budidaya jahe merah selanjutnya bisa di pergunakan untuk membuat minuman penghangat khas dari makasar yang bernama saraba.

Saraba di racik dari banyak rempah, selain rasanya nikmat saraba juga kaya akan khasiat. Jahe merah yang di tambahkan pada saraba memberi sensasi hangat sekaligus mengembalikan stamina tubuh. Saraba juga digunakan untuk menyembuhkan masuk angina dan flu. Kehangatan dari sari jahe merah yang dihasilkan dari bibit jahe merah terawat dengan campuran gula aren dan susu menghasilkan minuman dengan rasa mantab nan bermanfaat.

Pemanfaatan jahe merah dalam pembuatan saraba dinilai karena memiliki rasa yang lebih pedas dari pada jenis jahe lain. Rasa pedas jahe merah dapat menghangatkan perut sehingga mencegah kembung maupun masuk angin. Terlebih lagi apabila di tambah dengan telur ayam kampung, dapat menjadi penambah stamina bagi yang lelah bekerja seharian. Saraba khas makasar ini pun terbilang cukup mudah untuk di buat.

saraba jahe merah

Pertama rebus rembus jahe merah di dalam panci. Kemudian tunggu sampai mendidih. setelah mendidih ampas jahe merah di keluarkan dari panci , lalu rebus kembali air jahe merah tambah dengan gula aren dan susu. Bagi yang suka dapat di tambahkan telur ayam kampung. Kemudian aduk dan rebus kembali sampai matang, saraba pun siap di sajikan. Bagaimana sangat mudah bukan?

Khasiat jahe merah yang begitu komplek dapat menjadi peluang besar untuk para pelaku budidaya jahe merah. Cakupan hasil panen yang luas membuat budidaya jahe merah cukup layak masuk sebagai peluang usaha yang harus di pertimbangkan. Bagaimana tidak? Jahe merah merupakan rimpang ajaib yang apabila di destilasi akan menghasilkan minyak atsiri yang nilai jual nya sangat tinggi. Belum lagi ampas dari jahe merah pun dapat di manfaatkan menjadi bio etanol.

Selain itu tanaman dari bibit jahe merah akan menghasilkan rimpang yang langsung bisa di konsumsi, dapat juga di jadikan jahe merah Rajang dan di keringkan sebagai bahan pembuatan jamu tradisional. Begitu banyak nya manfaat jahe merah digunakan juga sebagai bahan baku sirup, maupun aneka olahan makanan dan minuman berbahan dasar jahe merah. Wajik jahe merah contohnya, ini merupakan makanan yang laris di jual di pasar tradisional bahkan sudah mulai masuk ke resto ternama.

Pentingnya Pemupukan Dalam Budidaya Jahe Merah

jahe merah

Pemupukan dalam budidaya jahe merah untuk memperbanyak rimpang

Budidaya jahe merah dapat memberikan solusi untuk ketersediaan bahan baku industri. Kebutuhan akan ketersediaan rimpang jahe merah semakin tahun menunjukan grafik peningkatan yang signifikan. Penyerapan produk herbal (tidak terkecuali jahe merah) di kalangan masyarakat baru – baru ini memang sedang naik daun, dengan slogan back to nature yang gencar di perkenalkan kembali membuat masyarakat sadar akan pentingnya bahan alami untuk kesehatan jangka panjang.

Pemanfaatan jahe merah sebagai bahan baku industri dapat di jumpai pada produk-produk kemasan berstandar seperti minuman herbal pencegah masuk angin, minyak gosok, dan beberapa minyak aromaterapi. Karena salah satu manfaat yang bisa di ambil dari rimpang jahe merah adalah aroma nya yang memberi efek tenang, sehingga dapat di jadikan aroma terapi. Rasa jahe merah yang menghangatkan badan cocok di minum saat cuaca dingin, mencegah mual dan muntah mencegah masuk angin.

Optimalisasi Rimpang dalam budidaya jahe merah

Budidaya jahe merah akan tumbuh secara optimal apabila perawatannya di perhatikan. Rimpang jahe merah yang besar dan bernas, tentu akan memenuhi kriteria permintaan pasar. Rimpang jahe merah yang besar dapat di peroleh dari bibit yang di tanam pada tanah berhumus tebal, kandungan C-organik nya sangat tinggi setara 11,84%. Tanah dengan kandungan humus tebal dapat memperbesar ukuran rimpang hingga 2 kali.

Tanah humus dapat diperoleh dari pemberian bahan organik yang dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara dan efisiensi penyerapannya. Bahan organic yang diberikan akan melepas unsur hara N,P,K dan S. namun kandungannya bisa dikatakan relative kecil, maka pemberian bahan organik harus dalam jumlah besar. Peran bahan organik sebagai kompleks serapan anion (fosfat, silikat, nitrat, dan juga sulfat) sangat penting.

Pemupukan bibit jahe merah untuk memperbanyak rimpang

Bibit jahe merah yang di pupuk dengan benar dapat meningkatkan hasil panen. Penambahan dan komposisi pupuk dapat meningkatkan kuantitas jahe merah yang di hasilkan. Jahe merah termasuk tumbuhan yang banyak menguras unsur hara , penyerapan akan pupuk pun terbilang cukup cepat. Begitu di beri pupuk bibit jahe merah akan tumbuh pesat selama 3 bulan pertama, sehingga pada 2,5 bulan setelah pemberian pupuk dapat di selingi dengan pupuk hijau seperti fermentasi daun kelor, lamtoro atau kacang-kacangan.

pupuk organik tanah

Pupuk hijau di berikan dengan tujuan agar nutrisi makanan yang di serap tanaman jahe merah setelah 3 bulan tidak habis. Apabila kehabisan nutrisi makanan, tanaman jahe merah akan lambat berkembang dengan optimal. Bibit jahe merah dapat di kocor dengan pupuk pada usia 1-4 bulan cukup dilakukan 2x saja. Dibantu dengan penyemprotan untuk penyubur daun dan pengendali hama.

Saat penanaman bibit jahe merah , usahakan rimpang jahe merah yang sudah tumbuh anakan tertimbun dalam tanah, jangan sampai rimpang terlihat mengembul di atas tanah, karena dapat menghambat proses pembesaran umbi rimpang dan memperkecil peluang rimpang tumbuh besar. Timbun dengan tanah sampai tidak terlihat kemudian dapat di beri pupuk mutiara 16-16 dan kcl dan taburi pupuk kandang tipis-tipis di atasnya. Yang terpenting pengaplikasian pupuk tidak boleh berlebihan.