Tanaman Jahe merah media polybag di suatu perkebunan

Tanaman Jahe merah media polybag di suatu perkebunan

Budidaya tanaman jahe merah semakin digemari More »

Bibit jahe merah dalam bentuk rimpang

Bibit jahe merah dalam bentuk rimpang

Bibit jahe merah dalam bentuk rimpang. Kriteria bibit adalah minimal usia tanam satu tahun, siap semai dan siap tanam More »

Fermentasi urine kelinci

Fermentasi urine kelinci

fermentasi urine kelinci cocok untuk pupuk organik cair dalam Budidaya Jahe Merah More »

 

Bagaimana Cara Pemeliharaan Bibit Jahe Merah?

bibit jahe merah

Pemeliharaan Bibit Jahe merah

 

Setelah kita melakukan penyemaian rimpang jahe merah, langkah yang harus dilakukan adalah pemeliharaan bibit jahe merah. Cara pemeliharaan bibit jahe merah pun sebenarnya cukup mudah dan praktis. Lahan yang digunakan untuk penyemaian harus dalam kondisi basah atau lembab. Itulah sebabnya, diperlukan penyiraman sehari dua kali di pagi hari dan sore hari.

Nah, untuk menghindari serangan jamur, kita bisa melakukan penyemprotan anti jamur. Penyemprotan ini bisa dilakukan menggunakan fungisida. Lakukan penyemprotan ini setiap 1 minggu sekali.

Seleksi Bibit Jahe Merah

Setelah penyemaian selama 2-4 minggu, bibit akan mulai bertunas. Bahkan beberapa bibit sudah memiliki daun muda. Walau penyemaian dilakukan secara bersamaan, tidak semua rimpang tumbuh tunas bersama sama. Hal ini dipengaruhi oleh usia bibit yang disemai berbeda beda. Itulah sebabnya seleksi bibit mesti dilakukan.

Pisahkan bibit berdasarkan tunas, mulai dengan memilih tunas yang besar atau kecil, lalu berdasarkan kondisi tunas, busuk atau masih segar. Lalu pisahkan juga tunas yang sudah berakar dan belum. Hal ini untuk memperoleh kualitas tanaman yang baik dan mempersempit kemungkinan tersebarnya bakteri atau jamur bawaan.

Membantu bibit beradaptasi

Setelah dilakukan seleksi bibit, letakkan bibit seleksi tersebut ke rak atau bilik khusus. Rak tersebut harus didesain agar bibit bisa terkena cahaya matahari 50 %. Hal ini dilakukan untuk membantu bibit bibit tersebut beradaptasi ketika dipindah ke media pembesaran nanti. Jangan lupa untuk selalu menyirami tanaman tersebut. Usahakan untuk menyiram bibit dengan campuran fungisida dan air sesekali. Ini supaya bibit bisa terbebas dari jamur atau hama. Pada masa adaptasi ini, terus awasi perkembangan bibit. Jika ada yang rusak atau tiba tiba membusuk, pisahkan dari kelompoknya.

Penyiapan Lahan Pembesaran

bibit jahe merah

budidaya jahe merah

Lahan yang akan digunakan untuk pembesaran tanaman jahe merah juga perlu disiapkan dengan baik. Hal ini dilakukan supaya tanaman bisa menghasilkan rimpang maksimal. Persiapan lahan yang akan digunakan sebenarnya ada dua jenis, yakni ditanam menggunakan media polybag dan lahan persawahan (bedengan atau guludan).

Jika ditanam media luas seperti sawah atau kebun, perlu dipastikan bahwa tanahnya memang gembur dan subur. Hal ini dilakukan supaya akar tanaman jahe merah bisa tumbuh dengan baik, maka pasokan unsur hara terpenuhi dan tanaman jahe merah pun akan tumbuh dengan baik.

Anda berminat budidaya jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah ready stok siap kirim kirim ke seluruh nusantara. Hubungi SMS /WA 087838393451. Salam sukses untuk pembudidaya jahe merah di seluruh Indonesia.

 

 

 

 

 

Pemberian air kelapa pada jahe merah untuk membantu dormasi

Pemberian air kelapa pada jahe merah untuk membantu dormasi

varietas jahe yang sampai saat ini masih di buru untuk kebutuhan industri obat dan biofarmaka adalah jahe merah.  Dengan banyak nya permintaan tersebut, para pembudidaya jahe merah haruslah memperhatikan penanganan serta perlakuan pasca panen terhadap jahe merah, agar kualitasnya tetap terjaga. Penanganan pasca panen yang meliputi sortasi, pencucian, pengeringan dan penyimpanan sangat berpengaruh pada hasil akhir untuk kepentingan biofarmaka.

Seringkali hambatan yang ditemui saat penyimpanan jahe merah yang diperuntukan untuk kebutuhan konsumsi adalah tumbuhnya tunas, beberapa faktor yang mempengaruhi pertuhan tunas pada masa penyimpanan ini dikarenakan rimpang yang di panen dalam usia yang sudah cukup tua. Tentu akan berbeda apabila hasil panen memang bertujuan untuk dijadikan bibit jahe merah, pertumbuhan tunas akan menjadi kabar gembira bagi petani.

Untuk menghambat pertumbuhan tunas pada jahe merah perlu dilakukan perlakuan khusus. Tumbuhnya tunas dapat mengurangi kadar minyak atsiri, dikarenakan cadangan nutrisi yang tersimpan digunakan untuk pertumbuhan tunas. Biasanya digunakan zat penghambat tumbuh yang bersifat inhibitor untuk membantu proses dormasi, akan tetapi karena harga yang dinilai tidak ramah di kantong sehingga tidak begitu dapat dijangkau oleh para petani.

Perlu ada opsi lain yang tetap efektif digunakan sebagai zat dormasi yang keberadaannya tetap dapat di jangkau. Maka digunakanlah air kelapa sebagai media dormasi untuk penyimpanan jahe merah. Dilansir dari Penelitian Universitas Pakuan oleh Nandan Ramadhan bahwa Air kelapa yang sudah tua mampu mereduksi zat geberalin dan auksin sehingga dapat memperpanjang umur dormasi biji jahe merah. Cara dormasi rimpang jahe merah hanya cukup direndam dengan air kelapa tua dengan konsentrasi 50%.

Kelapa tua mudah di dapat di pasar – pasar maupun tempat srumbat kelapa, biasanya hanya berakhir menjadi limbah saja. Dengan pemanfaatan air kelapa tua sebagai media dormasi akan menghemat biaya yang dikeluarkan oleh petani. Kandunagan fitohormon sangat efektif menghambat pertumbuhan tunas pada saat penyimpanan , apabila diberikan dengan takaran yang benar.

Dengan menerapkan teknik dormasi tersebut, diharapkan petani dapat memperoleh kualitas jahe yang baik, dengan zat dormasi yang murah dan mudah di dapat. Sehingga jahe yang tersimpan tetap dapat terjaga  kemudian siap di pasarkan dengan nilai ekonomi yang tinggi pula.

air kelapa untuk jahe merah

Cara menyemai rimpang jahe merah yang terlanjur terserang jamur

larutan fungisida

Cara menyemai rimpang jahe merah yang terlanjur terserang jamur

Memilih rimpang bibit jahe merah yang bagus tanpa cacat atau tanpa penyakit tentu menjadi prioritas utama bagi para petani yang akan melakukan budidaya jahe merah. Segala keperluan untuk budidaya dari mulai awal hingga tahap lanjutan sudah di persiapkan dengan sebaik-baiknya. Pemilihan bibit juga sudah dilakukan sesuai arahan dengan tujuan mendapat kualitas bibit yang sesuai harapan.

jahe busuk rimpang

rimpang yang terkena jamur

Walaupun sudah di seleksi dengan baik, terkadang masih saja ada beberapa rimpang bibit jahe merah yang terjangkit jamur. Jamur pada rimpang berkembang pesat bisa dikarenakan musim (biasanya musim hujan), ditempatkan pada tempat lembab yang kurang mendapat sinar matahari atau bisa juga di sebabkan tanah sebelumnya yang menjadi media tanam bibit jahe merah.

Masalah jamur pada rimpang jahe merah memang agak membandel. Sudah di pisahkan dari rimpang yang sehat untuk di bersihkan, kadang muncul lagi dibersihkan muncul lagi begitu terus berulang kali. Karena hal ini tentu membuat pusing bukan? Tidak jarang  petani memilih membuangnya saja dari pada “dirumati” tapi selalu nihil. Jamur selalu kembali lagi dan lagi.

Apabila disini para pembaca memiliki masalah yang sama dengan jamur membandel yang menyerang rimpang bibit jahe merah nya, jangan buru-buru memutuskan untuk membuang rimpang jahe merah tersebut. dari pengalaman penulis dalam beberapa tahun ini bergelut dalam budidaya jahe merah , Alhamdulillah menemukan solusi yang semoga dapat membantu kawan-kawan petani mengatasi serangan jamur pada rimpang bibit jahe merah.

Pisangkan Rimpang yang terserang jamur, jemur dan rendam dengan fungisida

Cara yang dapat dilakukan adalah dengan memisahkan rimpang yang sudah terjangkit jamur dari rimpang sehat yang belum tertular. Kemudian jadikan satu ember rimpang yang sudah di sortir tersebut (terkena jamur). Cuci bersih dan sikat semua jamur yang menempel pada rimpang, setelah itu tiriskan sebentar kemudian buat adonan cairan fungisida dalam ember yang lain. Masukan rimpang bibit jahe merah yang sudah di tiriskan ke dalam cairan fungisida tunggu selama 15-30 menit.

Selanjutnya angkat rimpang jahe merah dari perendaman. Jemur di bawah sinar matahari terik sekitar 2-3 jam. Setelah rimpang di pastikan kering, taruh di atas terpal atau tanah kering taburi dengan media tanam sekam bakar yang sudah di campur furadant (bisa di beli di toko pertanian terdekat). Diamkan selama kurang lebih 2 hari. Rimpang sudah siap dijadikan bibit tanam kembali.

 

Namun perlu di ingat, rimpang yang sudah pernah terjangkit jamur tidak boleh di campur kembali dengan rimpang sehat walaupun jamur yang menempel sudah hilang. Begitu juga saat proses penyemaian , rimpang yang sembuh dari jamur tidak boleh di tempatkan satu media dengan rimpang bibit jahe merah yang sehat. Hal ini bertujuan untuk menghindari munculnya jamur baru yang dapat merusak rimpang sehat.

Para petani dapat membuat dua media berebeda untuk penyemaian. Satu untuk bibit jahe merah sehat, satu lagi untuk bibit jahe merah yang sembuh dari penyakit jamur. Setelah proses penyemaian jangan lupa untuk kedua media tanam tersebut tetap harus ditaburi media tanam dari sekam bakar dan campuran furadant, dengan teknik ini diharapkan rimpang yang di semai tidak terserang jamur kembali.

Setelah rimpang bibit jahe merah tumbuh , perlakuan yang diterapkan sama dengan tanaman jahe merah yang lain. Rimpang yang sudah tumbuh dapat dipotong per ruas tunasnya menggunakan pisau yang sudah dilumuri dengan minyak kelapa (minyak klentek) . ini bertujuan agar air tidak masuk dan menghambat kontaminasi jamur dari luar. Sehingga tunas jahe merah yang dihasilkan aman. Untuk media tanam polybag /karung maupun tanah yang akan digunakan untuk menanam ada baiknya jika tetap ditaburi dengan sekam bakar bercampur furadant.

Demikian sedikit penjelasan dari penulis dalam mengatasi jamur pada rimpang jahe merah, sehingga tetap bisa terselamatkan dan dapat di tanam kembali. Semoga bermanfaat, maju terus pertanian Indonesia.

Tips sukses budidaya jahe merah

jahe merah

Untuk sukses dalam  budidaya jahe merah tentu saja tidak datang begitu saja. Diperlukan berbagai prasyarat dan tahapan yang harus dijalani dengan sepenuh hati. Bila dalam menanam jahe merah dilakukan secara asal asalan tentu saja biasanya tidak sesuai yang diharapkan. Apa sajakah tips sukses dalam budidaya jahe merah? Berikut ulasannya.

Agar Jahe Merah bebas dari Jamur dan Busuk Rimpang

jahe merah

Agar Jahe Merah bebas dari Jamur dan Busuk Rimpang

Memiliki tanaman jahe merah yang subur, segar dan sehat serta menghasilkan panen yang melimpah tentu saja dambaan bagi setiap petani. Namun, kadangkala di lapangan tidak sesuai yang diharapkan. Bukannya menghasilkan panen yang melimpah dan bagus bagus, tetapi tanaman jahe merah malah diserang penyakit. Tentu saja kondisi tersebut tidak kita inginkan. Lalu, bagaimana mencegah dan mengatasinya?