Tanaman Jahe merah media polybag di suatu perkebunan

Tanaman Jahe merah media polybag di suatu perkebunan

Budidaya tanaman jahe merah semakin digemari More »

Bibit jahe merah dalam bentuk rimpang

Bibit jahe merah dalam bentuk rimpang

Bibit jahe merah dalam bentuk rimpang. Kriteria bibit adalah minimal usia tanam satu tahun, siap semai dan siap tanam More »

Fermentasi urine kelinci

Fermentasi urine kelinci

fermentasi urine kelinci cocok untuk pupuk organik cair dalam Budidaya Jahe Merah More »

 

Analisa Usaha Budidaya Jahe Merah

budidaya jahe merah

budidaya jahe merah

Analisa Usaha Budidaya Jahe Merah

Banyak sekali pertanyaan yang masuk ke kami perihal bagaimana analisa usaha budidaya jahe merah.  Analisa usaha budidaya jahe merah diperlukan untuk membaca, melihat dan mempelajari bagaimana peluang dan tantangan dalam budidaya jahe merah. Tujuannya agar memperoleh gambaran utuh terkait prospek dan potensi budidaya jahe merah.

Bagaimana analisa usaha budidaya jahe merah untuk lahan satu hektar?

Kebutuhan Bibit 400 KG x @ 26.000                                         = 10.400.000

Kebutuhan Pupuk Organik (kotoran kandang)                    =      500.000

Kebutuhan EM4  20 botol x @ 20.000                                      =  400.000

Total Pengeluaran                                                                           =  11. 300.000

Potensi pendapatan, bila  1 kg terdapat 50 tunas dengan satu tunasnya menghasilkan 1 kg, maka setiap 1 kg menghasilkan 50 kg ketika panen. Sehingga bila dikalikan 400 kg menghasilkan keuntungan 20.000 kg atau sekitar 20 ton. Katakanlah pahitnya menghasilkan separonya atau sekitar 10 ton dengan asumsi per tunas nya menghasilkan 5 ons.

Bila jahe merah konsumsi dihargai 15.000 per kg  dikali 10.000 kg, maka keuntungan yang didapat  150.000.000. Dikurangi pengeluaran 11.300.000 , maka keuntungan bersih yang didapat 138.700.000, belum termasuk sewa lahan dan biaya tenaga kerja. Fantastis bukan? itulah sebabnya, sayang sekali bila anda memiliki lahan nganggur tidak digunakan sama sekali, sementara lahan anda tergolong subur. Manfaatkanlah lahan anda sebaik mungkin, apalagi bisa menghasilkan keuntungan ekonomis atau tambahan penghasilan menarik.

Namun gambaran diatas sekedar analisa. Tentu saja jumlah panen yang dihasilkan dipengaruhi banyak faktor. Tingkat kesuburan tanah, sinar matahari yang cukup dan ketersediaan air yang seimbang  menjadi kata kunci yang sangat menentukan sukses tidaknya budidaya jahe merah. Kemudian harga jahe merah juga fluktuatif sesuai kondisi pasar.

Tertarik mencoba menanam jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah dan siap kirim kirim ke seluruh penjuru nusantara. Tersedia dalam bentuk rimpang siap tanam dan polybag. Rimpang siap tanam yang dimaksud adalah bibit jahe merah yang sudah berusia satu tahun dan sudah “parkir” minimal dua minggu sehingga bisa anda tanam langsung. Untuk anda yang menginginkan sudah muncul tunas dalam bentuk polybag dengan tiga atau empat daun umur dua bulan kami juga sedia. Untuk pemesanan dan pertanyaan bisa menghubungi kami di WA/SMS 087838393451. Semoga anda sukses dalam menanam jahe merah.

 

 

 

Aneka Model Pilihan Menanam Budidaya Jahe Merah

 

Aneka Model Pilihan Menanam Budidaya Jahe Merah

Dalam proses penanamannya, budidaya jahe merah memiliki banyak metode yang berkembang hingga sekarang. Mulai dari metode penanaman di tanah, karung, keranjang, pot,  polybag planter bag. Aneka macam metode tersebut tentu saja merupakan sebuah pilihan dan sesuai budget yang kita anggarkan.

Pada prinsipnya, menggunakan media tersebut diatas semuanya bagus. Yang terpenting dirawat dengan baik, memperoleh sinar matahari yang cukup, susunan unsur hara dalam tanah yang subur dengan PH tanah minimal 5 sampai 7. Dan memiliki derajat kelembaban yang baik dengan adanya supplai air yang cukup.

Budidaya Jahe merah media tanah

budidaya jahe merah media tanah

Budidaya jahe merah media tanah menjadi pilihan yang paling hemat. Karena anda tidak perlu mengeluarkan biaya karung, polybag dan sejenisnya. Kelebihan lainnya, media tanah membuat perkembangan rimpang lebih leluasa karena tidak dibatasi oleh plastik atau karung. Sehingga biasanya bobot rimpang ketika panen lebih berat dibanding media polybag.

Kekurangan media tanah adalah kandungan minyak atsiri nya kurang pedas, mengingat kadar airnya yang banyak, kurang bisa dikontrol tingkat kesuburan tanah dan mudah terkena erosi dan perkembangan gulma lebih cepat. Tetapi tenang saja, kekurangan tersebut bisa diatasi dengan membuat bedeng, rajin membersihkan gulma.

Budidaya Jahe Merah Media Karung

           

media karung Budidaya jahe merah media karung bisa jadi salah satu pilihan yanga anda praktekkan di pekarangan atau lahan pertanian anda.  Kelebihan media karung tentu saja memiliki kandungan mintyak atsiri yang lebih pedas (karena kadar air terjaga), mudah diatur perawatannya. Kekurangannya tentu saja anda harus mengeluarkan biaya karung yang biasanya Cuma bisa dipakai satu kali. Ini karena biasanya di umur 8-9 bulan dari penanaman, karung mudah rusak sedikit demi sedikit.

Budidaya Jahe Merah Media Polybag

            Budidaya jahe merah media polybag menjadi pilihan favorit bagi para petani atau pekebun. Hal ni karena budidaya jahe merah memiliki media polybag memiliki banyak keunggulan. Selain cara penggunaan yang praktis, mudah didapatkan, juga lebih tahan lama. Disamping itu, kandungan minyak atsirinya lebih tinggi sehingga disukai pabrik dan konsumen modern. Kekurangannya tentu saja biayanya sedikit lebih mahal daripada media tanah dan Karung

.budidaya jahe merah media polybag

Anda ingin mencoba menanam jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah dalam bentuk rimpang dan polybag. Untuk pemesanan bisa menghubungi WA kami di 087838393451 atau langsung datang ke Dusun Rajek Lor RT 2 RW 24 Desa Tirtoadi Mlati Sleman (2 KM dari JL Godean KM 7,5). Semoga anda sukses dalam menanam jahe merah.

 

 

Cara Penanganan Penyakit Bercak Daun kuning Jahe Merah

Cara Penanganan Penyakit Bercak Daun kuning Jahe Merah  

Seperti halnya pada tanaman lain, bibit jahe merah yang kita tanam juga rentan  terserang penyakit. Salah satu  penyakit yang  sering menyerang tanaman jahe merah adalah bercak daun. Penyakit  bercak daun merupakan penyakit yang disebabkan phyllosticta zingiberi. Penyakit ini dapat menular dengan bantuan angin. Penyakit ini juga dapat menyerang tanaman yang terinveksi atau tanpa terinveksi.

Gejala awal tanaman jahe merah yang terserang penyakit bercak daun yaitu ditandai dengan adanya bintik-bintik kuning yang cukup banyak pada daun berukuran 3-5 mm. Lambat laun bintik-bintik tersebut menjadi bercak. Warna bercak-bercak itu menjadi abu-abu yang di tengah-tengahnya ada noktah kecil berwarna hitam. Sementara itu, pada bagian tepi terjadi busuk basah. Jika serangan  penyakit bercak daun semakin berat dapat mengakibatkan daun mejadi rusak, semakin menguning, mengecil dan daun muda yang baru muncul akan menampakkan gejala klorosis. Gejala klorosis biasanya menyerang bibit jahe merah yang daunnya  masih muda. Tanaman yang terserang penyakit ini bisa mengakibatkan tanaman jahe menjadi layu bahkan bisa menyebabkan kematian .

`daun meguning jahe

Penangganan Penyakit  Bercak Daun/ Daun Menguning

Penanganan sebagai upaya pencegahan (preventif) dapat dilakukan oleh petani jahe. Hal ini bertujuan agar bibit jahe merah yang akan ditanam tidak bermasalah selama proses pemeliharaan. Tindakan preventif yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut:

  • Menggunakan bibit jahe merah yang baik serta mengusahakan pertumbuhan tanaman agar tetap sehat dengan cara memilih bibit ungul yang sehat bebas dari hama dan penyakit.
  • Merendam rimpang bibit jahe merah dalam fungisida
  • Mengolah lahan dan membuat drainase yang baik dan mengunakan pengendalian fisik/mekanik dengan tenaga manusia.
  • Menerapkan pola tanam dengan jarak tidak terlalu rapat agar kelembapan tidak terlalu tinggi.

Sementara itu, ada upaya yang bisa dilakukan bila penyakit bercak daun telah menyerang. Caranya antara lain menggunakan fungisida yang dianjurkan oleh pemerintah seperti:

  • Dithane M-45 (0,25%)
  • Delsene MX-200 (0,20%)
  • Bavistin (0,25%)

Mengunakan fungisida tersebut dengan interval 10 hari atau tergantung keadaan serangan.

Cara Pemeliharaan Bibit Jahe Merah

Setelah kita melakukan penyemaian rimpang jahe merah, langkah yang harus dilakukan adalah pemeliharaan bibit jahe merah. Cara pemeliharaan bibit jahe merah pun sebenarnya cukup mudah dan praktis. Lahan yang digunakan untuk penyemaian harus dalam kondisi basah atau lembab. Itulah sebabnya, diperlukan penyiraman sehari dua kali di pagi hari dan sore hari.

Nah, untuk menghindari serangan jamur, kita bisa melakukan penyemprotan anti jamur. Penyemprotan ini bisa dilakukan menggunakan fungisida. Lakukan penyemprotan ini setiap 1 minggu sekali.

SELEKSI BIBIT JAHE MERAH

 bibit jahe merah

Setelah penyemaian selama 2-4 minggu, bibit akan mulai bertunas. Bahkan beberapa bibit sudah memiliki daun muda. Walau penyemaian dilakukan secara bersamaan, tidak semua rimpang tumbuh tunas bersama sama. Hal ini dipengaruhi oleh usia bibit yang disemai berbeda beda. Itulah sebabnya seleksi bibit mesti dilakukan.

Pisahkan bibit berdasarkan tunas, mulai dengan memilih tunas yang besar atau kecil, lalu berdasarkan kondisi tunas, busuk atau masih segar. Lalu pisahkan juga tunas yang sudah berakar dan belum. Hal ini untuk memperoleh kualitas tanaman yang baik dan mempersempit kemungkinan tersebarnya bakteri atau jamur bawaan.

MEMBANTU BIBIT BERADAPTASI

Setelah dilakukan seleksi bibit, letakkan bibit seleksi tersebut ke rak atau bilik khusus. Rak tersebut harus didesain agar bibit bisa terkena cahaya matahari 50 %. Hal ini dilakukan untuk membantu bibit bibit tersebut beradaptasi ketika dipindah ke media pembesaran nanti. Jangan lupa untuk selalu menyirami tanaman tersebut. Usahakan untuk menyiram bibit dengan campuran fungisida dan air sesekali. Ini supaya bibit bisa terbebas dari jamur atau hama. Pada masa adaptasi ini, terus awasi perkembangan bibit. Jika ada yang rusak atau tiba tiba membusuk, pisahkan dari kelompoknya.

PENYIAPAN LAHAN PEMBESARAN

Lahan yang akan digunakan untuk pembesaran tanaman jahe merah juga perlu disiapkan dengan baik. Hal ini dilakukan supaya tanaman bisa menghasilkan rimpang maksimal. Persiapan lahan yang akan digunakan sebenarnya ada dua jenis, yakni ditanam menggunakan media polybag dan lahan persawahan (bedengan atau guludan).

Jika ditanam media luas seperti sawah atau kebun, perlu dipastikan bahwa tanahnya memang gembur dan subur. Hal ini dilakukan supaya akar tanaman jahe merah bisa tumbuh dengan baik, maka pasokan unsur hara terpenuhi dan tanaman jahe merah pun akan tumbuh dengan baik.

Anda berminat budidaya jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah ready stok siap kirim kirim ke seluruh nusantara. Hubungi SMS /WA 087838393451. Salam sukses untuk pembudidaya jahe merah di seluruh Indonesia.

MANFAATKAN LAHAN KOSONG DENGAN BERTANAM JAHE MERAH

MANFAATKAN LAHAN KOSONG DENGAN BERTANAM JAHE MERAH

Musim hujan kembali tiba. Adalah saat tepat untuk menanam apa saja yang bermanfaat bagi kita. Salah satunya adalah tanaman Jahe merah yang memang sedang trend saat ini. Jahe merah jahe gajah adalah salah satu tanaman obat herbal yang memiliki banyak manfaat khasiat untuk kesehatan. Jahe merah adalah satu tanaman yang bernilai ekonomis mengingat harganya yang relatif tinggi dan stabil. Permintaan pasar terhadap jahe merah masih cukup tinggi, baik dari dalam negeri dan mancanegara.

budidaya jahe merah

Tanaman jahe merah

Jahe merah perlahan tapi pasti mulai banyak dibudidayakan masyarakat. Bukan saja untuk kepentingan ekonomis semata, tetapi juga untuk tanaman TOGA (tanaman obat keluarga) yang bisa saja dimanfaatkan untuk konsumsi, obat obatan dan kesehatan.  Jaher merah dan gajah jelas memiliki prospek cerah mengingat daya serap pasar yang masih besar.

 

Manfaatkan lahan kosong dengan bertanam jahe merah

Itulah sebabnya, menanam jahe merah tidak ada ruginya. Apalagi untuk anda yang memiliki lahan kosong atau nganggur. Daripada lahan tidak produktif alias tidak menghasilkan apa apa, kecuali rimbunan rumput, menanam jahe merah tentu bisa menjadi pilihan. Dengan menanam di lahan  kosong anda sudah melakukan satu langkah gerakan penanaman hijau untuk penyelamatan lingkungan dari pemanasan global sekaligus penghijauan yang bernilai ekonomis.

Menanam di Polybag

Namun, tentu diantara kita tidak semua memiliki lahan luas. Untuk anda yang memiliki lahan terbatas, menanam jahe merah di polybag bisa menjadi solusinya. Menanam jahe merah di polybag cukup mudah. Tinggal menyiapkan bibit jahe merah, bibit jahe gajah plastik polybag dan pupuk. Anda sudah bisa bertani atau bertanam jahe merah. Mudah bukan?

Menanam di Karung

media karung

Menanam di karung bisa menjadi salah satu pilihan disamping media polybag. Apalagi bila anda memang memiliki banyak karung nganggur yang bisa anda manfaatkan. Pada prinsipnya, media karung tidak jauh berbeda dengan media polybag; baik dari segi bibit, tanah, pupuk dan perawatan.

Namun, tentu saja setiap apapun ada ilmunya. Begitu pula dalam hal menanam jahe merah. Anda juga perlu belajar ke ahlinya. Itulah sebabnya, untuk anda yang berminat menanam jahe merah, kami siap membantu anda dengan menyediakan bibit jahe merah sekaligus bimbingan pelatihan. Terkait pelatihan budidaya jahe merah, kami siap bekerjasama dengan perusahaan swasta dan nasional dalam program CSR (corporate social responsibility)- nya. Pelatihan jahe merah bisa menjadi salah satu program pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan taraf ekonominya.

Anda berminat? Silahkan menghubungi kami di hp/WA 087838393451. Kami menyediakan bibit jahe merah kualitas super, sudah satu tahan, dan siap semai dan siap tanam. Kami siap kirim kirim ke seluruh indonesia. Salam agro, salam kejayaan untuk petani pembudidaya jahe merah.

Cara Memilih Bibit Unggulan jahe merah

 

Cara Memilih Bibit Unggulan jahe merah

bibit jahe merah

bibit jahe merah

Sebelum membeli bibit jahe merah dari pembudidaya atau petani, ada beberapa hal yang mesti diketahui dalam memilih bibit unggulan. Bibit jahe merah yang baik tentu saja tidak boleh dari rimpang yang berjamur, permukaan tidak bagus dan usianya terlalu muda. Jika dilihat dari luar, rimpang jahe merah yang sehat tidak akan memiliki bintik bintik putih. Bintik putih dari penampilan fisik jahe merah menandakan jamur sedang menyerangnya.

Jika bibit dipilih dari jahe yang tidak sehat, maka rentan tidak tumbuh, rusak atau membusuk. Sebaiknya pilih jahe yang sehat saja. Cara memilih jahe yang sehat adalah dengan melihat bagian luar rimpang. Jika terbebas dari bintik putih dan permukaanya tidak cacat, maka bisa dikatakan rimpang tersebut sehat. Selanjutnya, coba belah rimpang jahe merah tersebut. Pastikan bagian dalamnya tidak ada bintik bintik hitamnya. Rimpang jahe merah yang sehat juga akan memberikan aroma segar ketika dipotong. Ada serat halus jika dipotong melintang.

Memilih induk bibit

Salah satu kunci sukses menanam jahe merah adalah mulailah dengan memilih bibit yang baik. Lalu bagaimana cara memilih bibit yang baik? Hal pertama yang bisa dilakukan adalah mengetahui sumber bibit (induk bibit). Akan lebih bagus jika kita membeli bibit dari pembudidaya. Biasanya mereka memilih bibit dengan kualitas bagus. Walau tidak 100 persen bibit yang dibeli berasal dari tanaman jahe unggulan. Namun saat ini sudah banyak pembudidaya yang mengolah bibitnya sendiri.

 

Cara membuat bibit jahe merah berikut langkah langkahnya

  • Membeli bibit jahe dari petani atau pembudidaya.
  • Lakukan seleksi bibit mana yang sehat dan tidak
  • Jika melihat ada bibit yang memiliki pertumbuhan bagus dan cepat, kita bisa menyisihkannya.
  • Jangan ragu untuk membuang bibit yang memiliki kualitas jelek (lama tumbuh)
  • Besarkan bibit yang dinilai sehat tersebut.
  • Setelah dewasa biarkan usia tanamannya mencapai 11-12 bulan.
  • Seleksi kembali tanaman yang digunakan untuk menjadi calon bibit.
  • Jika tanaman tumbuh dengan subur, daun hijau, batang tegak dan tidak membawa penyakit bisa digunakan sebagai bibit.

Anda sedang mencari bibit jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah kualitas tua dan siap tanam dan siap kirim kirim ke seluruh indonesia. Untuk pemesanan bisa menghubungi sms/telpon/WA 087838393451 berlokasi di Sleman.

Cara Mengolah Tanaman Jahe Merah

Cara Mengolah Tanaman Jahe Merah

Jahe merah (Zingiber officinale var rubrum rhizome). Jahe jenis ini memiliki kandungan minyak atsiri tinggi dan rasa paling pedas, sehingga cocok untuk bahan dasar farmasi dan jamu. Ukuran rimpangnya paling kecil dengan kulit warna merah, serat lebih besar dibanding jahe biasa.

Meskipun akar tanaman jahe merah tumbuh dari rimpang , namun seluruh rimpang biasanya disebut sebagai ” jahe merah ” ketika dijual di toko-toko . cara budidaya Jahe merah sebenarnya tidak terlalu sulit, jahe merah tidak tumbuh dari biji seperti tanaman berbiji pada umumnya , tetapi jahe merah dibudidayakan menggunakan stek dari rimpang jahe merah yang sudah ada .

jahe merah segar yang sudah memiliki kualitas dan kualifikasi menjadi bibit adalah jahe merah yang terbaik untuk dijadikan stek , meskipun jahe merah yang dibeli di toko maupun di pasar-pasar tradisional  juga akan tumbuh menjadi tanaman jahe merah baru, namun untuk hasil terbaik gunakan bibit jahe merah yang sudah tua.

jahe merah standar bibit akan menghasilkan kualitas jahe merah yang memuaskan, karena sebagian besar jahe merah yang dijual dipasar adalah jahe merah kualitas konsumsi, sehingga kurang baik saat dijadikan bibit untuk dibudidayakan kembali. Untuk hasil maksimal bibit jahe merah harus ditanam di awal musim semi/ musim hujan seperti di Indonesia, di daerah di mana ia tidak menerima sinar matahari langsung, hal ini bisa disiasati dengan menggunakan paranet diatas tempat budidaya jahe merah .

 

cara pemilihan bibit dan pengolahan masa tanam adalah :

  1. Pilih jahe merah gemuk berumur minimal 1thn dengan beberapa ruas rimpang dan kuncup mata terlihat. Tunas akan muncul sebagai benjolan kecil atau pada permukaan rimpang , mirip dengan mata kentang.
  2. Potong jahe merah ukuran 1 inci 1 buah 1 /2-inch di setiap ruas mata tunas , dengan masing-masing ruas memiliki setidaknya satu mata tunas . Jika tidak ada cukup mata tunas pada bibit jahe merah, Anda dapat memotong ruas yang lebih besar jika diinginkan.
  3. Letakkan jahe merah kering di lokasi sejuk dari sinar matahari langsung selama dua sampai tiga hari setelah pemotongan . periode pengeringan ini mengurangi kemungkinan busuk atau kerusakan lainnya setelah penanaman.
  4. Tanaman stek jahe merah di baki sekitar 1 inci letakkan di ruangan sihu lembab , gunakan media tanah dikeringkan yang telah dicampur dengan pasir dan kompos atau bahan organik lainnya . usahakan Ruangan inkubasi stek terpisah dan diberi jarak antara rimpang, agar dapat memungkinkan ruang yang cukup untuk pengembangan rimpang hasil stek.
  5. Siram sedikit air sampai tanaman jahe merah muncul tunas baru dari tanah dan mengembangkan daun . penyiraman lanjutan diperlukan untuk menjaga tanah lembab tapi menghindari oversaturation .
  6. Setelah penanaman, masa Panen jahe merah ditandai dengan pertumbuhan tanaman melambat dan daun mulai menguning . sehingga siap untuk menggali seluruh akar dan memotong bagian tanaman yang berada di atas tanah . jahe merah yang tidak terpakai dapat dipotong dan ditanam untuk membuat tanaman jahe merah baru.

Demikian sedikit ulasan dari kami semoga bermanfaat. Bagi anda yang berminat budidaya jahe merah dengan mudah, silahkan segera menghubungi kami. Kami menyediakan bibit jahe merah dengan kualitas istimewa. Segera hubungi kami melalui kontak hp/WA 087838393451. semoga anda sukses dalam budidaya jahe merah

 

bibit jahe merah

bibit jahe merah

Menumbuhkan bibit jahe merah di bekas gelas air mineral

Menumbuhkan bibit jahe merah di bekas gelas air mineral

Saat hajatan atau acara besar lain, banyak ditemui air mineral gelas yang disuguhkan berjejer rapi diatas meja prasmanan. Setelah acara selesai, pasti sering kali bekas gelas air mineral sisa acara hanya akan menjadi sampah menumpuk, jika tidak dibuang paling banter juga di ambil para pemulung.

Alangkah baiknya agar bekas gelas air mineral tetap dapat anda manfaatkan,  juga dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah yang lebih besar dari hanya sebatas dijual loakan. Maka anda perlu mencoba budidaya jahe merah.

Mungkin anda akan bertanya apa hubungan antara budidaya jahe merah dan bekas gelas air mineral? Nah, saya akan memberikan jawaban detailnya pada anda. dalam budidaya jahe merah, langkah pertama yang harus anda lakukan adalah menyediakan rimpang bibit jahe merah yang sudah tua.

Rimpang bibit jahe merah yang sudah tua, masih butuh tahap penyemaian atau tahap penumbuhan tunas. Jika anda tidak ada waktu  membuat kotak semai atau kekurangan lahan penyemaian Disinilah peran bekas gelas air mineral dibutuhkan. Anda dapat menyemai rimpang bibit jahe merah dengan memotong-motong ruas mata tunas dan memasukan pada gelas bekas air mineral yang sudah diberi tanah di dalamnya.

Langkah berikutnya, anda tinggal menyirami dengan air, setelah umur 3 minggu anda dapat mengocor bibit dengan pupuk fermentasi urin kelinci selama 2 minggu sekali. Kemudian anda tinggal menunggu tunas akan tumbuh optimal, setelah tunas memiliki panjang +- 15cm, tunas sudah siap dipindahkan ke media tanam seperti lahan, polybag atau karung. Cukup mudah bukan memanfaatkan gelas bekas air mineral untuk budidaya jahe merah?

Bagi anda yang tertarik budidaya jahe merah, kami menyediakan bibit jahe merah kualitas unggul. Untuk anda yang menghendaki pelatihan budidaya jahe merah, kami siap membantu anda. silahkan bisa menghubungi kami di :

  1. HANDPHONE :

XL                   : 0878-3839-3451

SIMPATI        : 0812-2830-5869

3                      : 0899-8869-758

WHATSAPP :

XL                   : 0878-3839-3451

3                      : 0899-8869-758

PIN BB           : 579D8E32

 

bibit jahe merah di aqua

Mencicipi hangatnya pasar ekspor jahe gajah

Mencicipi hangatnya pasar ekspor jahe gajah

Sudah berabad-abad lamanya, bangsa kita mengenal tanaman jahe gajah sebagai salah satu rempah penyedap makanan. Selain itu manfaat jahe gajah dapat digunakan sebagai obat berbagai macam penyakit, campuran bahan kue, dan lain sebagainya. Selain dapat dimanfaatkan sebagai tambahan kuliner, ternyata jahe gajah juga dapat dimanfaatkan sebagai pestisida alami tanaman cabai.

Di dunia perdagangan jahe gajah biasa dijual dalam bentuk rimpang, jahe kering, jahe bubuk, ataupun jahe awetan. Selain ke empat jenis penjualan tersebut, jahe gajah juga diambil kandungan minyak atsiri dan koresin untuk dijual. Karena keunggulan jahe gajah yang istimewa banyak pasar luar negri yang melirik jahe gajah yang Negara kita produksi. Sehingga permintaan pasar ekspor masih sangat terbuka lebar. Namun, kendala yang dialami adalah permintaan kebutuhan ekspor jahe gajah tidak diimbangi dengan hasil panen yang mencukupi. Hal ini dikarenakan masih minimnya petani yang terjun pada budidaya jahe gajah secara total. Padahal peluang pasar hasil panen dan pengepulan jahe gajah masih sangat terbuka lebar.

Khusus untuk pasar ekspor jahe gajah memang sangat digemari pasar luar negri karena ukuran jahe gajah yang besar dan rasa pedas tidak terlalu menyengat. Negara –negara tujuan ekspor jahe gajah dari Indonesia adalah jerman, inggris, belgia, AS, jepang, Kuwait, Bahrain, kanada dan Senegal. Untuk jahe gajah kualitas ekspor dapat di diskusikan kepada pengepul maupun eksportir langsung mengenei kriteria dan kuantitas.

Dengan memperhatikan pemaparan diatas tentu para pembaca dapat menangkap peluang yang masih bisa dimasuki dengan menjadi salah satu kontributor kesediaan jahe gajah untuk kebutuhan ekspor. Lalu bagaimanakah cara nya? Caranya dengan ikut ambil bagian dalam budidaya jahe gajah. Bertanam jahe gajah dapat menambah pundi-pundi penghasilan anda.

Mencoba memulai budidaya jahe gajah dapat dilakukan dengan cara mempersiapkan lahan dan juga bibit jahe gajah. Kriteria bibit jahe gajah akan dibahas tuntas pada artikel selanjutnya. Bagi anda yang sedang mencari bibit jahe gajah kami menyediakan bibit jahe gajah unggul. Silahkan menghubungi kami di nomer hp di 087838393451.

jahe gajah

Efesien manakah membeli bibit antara rimpang dan tunas dalam bentuk polybag?

Efesien manakah membeli bibit antara rimpang dan tunas dalam bentuk polybag?

Bila anda ingin membudidayakan jahe merah, tentu saja kebutuhan pertama adalah bibit jahe merah. Nah, bibit jahe merah setidaknya ada dua jenis ditinjau dari prosesnya. Satu jahe merah dalam bentuk rimpang. Kedua jahe merah dalam bentuk tunas yang umumnya dalam polybag. Pertanyaanya, manakah diantara keduanya yang lebih efisien atau lebih murah biayanya?

Perbedaan Jahe merah bibit rimpang dan Jahe merah tunas dalam polybag

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, sepatutnya kita uraikan dulu deskripsi atau penjelasan dari jahe merah bibit rimpang dan jahe merah tunas. Jahe merah bibit adalah jahe merah yang sudah memenuhi kriteria bibit jahe merah, yakni usia tanam satu tahun ke atas dengan kriteria bebas jamur dan busuk. Sementara jahe merah dalam polybag atau sudah bertunas adalah jahe merah yang sudah ditanam dalam polybag dengan proses penanaman minimal dua minggu. Jahe merah dalam bentuk polybag berbiaya mahal bila dikirim jarak jauh, dibanding jahe rimpang.

Dengan penjelasan tersebut diatas, kiranya sudah bisa menjawab pertanyaan tersebut diatas. Jadi, jelas bahwa membeli jahe merah dalam bentuk tunas di polybag lebih mahal dan kurang efisien dibanding membeli bibit jahe merah dalam bentuk rimpang. Jahe merah dalam bentuk tunas jelas merepotkan dan biayanya mahal, bila membawanya bersama polybag untuk dkirim di luar pulau.

Namun, membeli bibit jahe merah dalam bentuk rimpang tidak serampangan. Anda harus membeli bibit di penjual bibit yang sudah berpengalaman. Setidaknya bibit rimpang yang bagus untuk ditanam minimal usia pemanenan satu tahun ke atas dan telah diseleksi dari jamur dan busuk rimpang.

Efektif manakah, jahe merah dalam bentuk rimpang dan tunas di polybag?

Biasanya, bibit jahe merah rimpang dijual per kilo. Sedangkan bibit jahe merah tunas dijual per polybag. Jika bibit jahe merah rimpang dijual per kg 35 ribu, sementara bibit jahe merah tunas dijual per polybag( satu tunas) 2,500. Sedangkan bibit jahe merah rimpang 1 kg bila disemai rata rata menghasilkan antara 60 sampai 80 tunas. Katakanlah paling sedikit 50 tunas x @ 2500 : 125,000. Bandingkan, lebih murah bibit jahe merah rimpang bukan? Karena anda sudah hemat 90 ribu (125000-35,000).

Hanya saja banyak yang ragu untuk membeli bibit jahe merah rimpang. Alasanya macam macam; takut bila tidak bertunas, takut jelek dan lain sebagainya. Namun, permasalahan tersebut bisa diatasi bila anda membeli ke penjual bibit jahe merah terpercaya. Penjual bibit jahe merah terpercaya memiliki ciri ciri mencantumkan alamat dan hp dan siap dikunjungi atau disurvei lokasinya Serta sudah berpengalaman dan berkecimpung di dunia pembibitan jahe merah bertahun tahun. Bila anda bingung dalam proses penyemaian, penjual bibit jahe merah yang baik tentu siap membantu anda demi kesuksesan anda. Jadi, masih ragukah anda membeli bibit jahe merah dalam bentuk rimpang?

Namun, supaya adil, bukan berarti membeli bibit dalam bentuk tunas di polybag salah. Itu adalah hak pilihan anda. Bibit jahe merah dalam bentuk polybag cocok untuk dikirim area dekat. Namun, bila area jauh tentu menjadi tidak efisien karena memakan ongkos kirim yang besar. Jadi, bijaklah anda dalam membeli. Pepatah jawa bilang, “ono rego ono rupo” ada harga ada barang. Sekarang, Terserah anda pilih yang mana. Hanya saja saya berharap semoga anda sukses dalam budidaya jahe merah.

 

bibit jahe merah

bibit jahe merah dalam bentuk rimpang cocok untuk area dekat dan jauh.                                             

 

jahe merah

bibit jahe merah dalam bentuk polybag cocok

untuk area dekat.