Tanaman Jahe merah media polybag di suatu perkebunan

Tanaman Jahe merah media polybag di suatu perkebunan

Budidaya tanaman jahe merah semakin digemari More »

Bibit jahe merah dalam bentuk rimpang

Bibit jahe merah dalam bentuk rimpang

Bibit jahe merah dalam bentuk rimpang. Kriteria bibit adalah minimal usia tanam satu tahun, siap semai dan siap tanam More »

Fermentasi urine kelinci

Fermentasi urine kelinci

fermentasi urine kelinci cocok untuk pupuk organik cair dalam Budidaya Jahe Merah More »

 

Prasyarat Menanam Jahe Merah

bibit jahe merah

Budidaya jahe merah cocok ditanam di tanah yang subur, gembur dan banyar mengandung unsur humus (sisa sisa daun, dll). Tekstur tanah yang baik adalah tanah lempung berpasir, liat berpasir dan tanah laterik. Di samping itu, supaya memperoleh rimpang yang banyak, tanaman jahe merah diperlukan drainase (pengairan) yang baik dan mendapatkan asupan “gizi” berupa pupuk organik dan pemberian dolomit yang tepat.

pupupk jahe merah humus

   humus tanaman cocok untuk menanam jahe merah

Untuk lahan dengan kemiringan >3 dianjurkan untuk dilakukan pembuatan terasering. hal ini untuk menghindari terjadinya pencucian lahan yang menyebabkan tanah menjadi tidak subur atau mungkin hanyut akibat terpaan hujan.

tanaman jahe merah secara geografis, cocok didaerah tropik dan sub tropik seperti Indonesia. Daerah tropik dengan curah hujan yang merata sepanjang tahun dengan kadar 2,500-4,000 mm/tahun. Jahe merah juga cocok dikembangkan di daerah dengan iklim sejuk dengan ketinggian antara 500- 1,000 meter dari permukaan laut.

Namun, tanaman jahe juga cocok dikembangkan dengan curah kurang dari 2,500 mm, di dataran rendah dan lahan gambut. Tentu saja dengan cara khusus seperti penambahan unsur hara, pupuk organik di lahan dan pupuk organik cair (fermentasi urine kelinci), dolomit dan pengairan yang tepat. Suhu udara juga mendukung dengan kisaran 20- 35 derajat celcius.

Secara umum, selama masa pertumbuhan, tanaman jahe merah memerlukan instensitas sinar matahari yang tinggi. Terutama di saat umur 2,5 bulan sampai 7 bulan. Dengan kata lain budidaya jahe merah  perlu ditempatkan di lahan terbuka dengan intensitas cahaya matahari 70-100 % atau agak ternaungi sampai terbuka. Namun, di awal pembibitan atau awal pertumbuhan sebelum berumur dua bulan, sebaiknya di taruh di tempat yang sejuk dan ternaungi matahari secara terus menerus. Tujuannya tentu saja supaya tidak cepat layu atau terbakar akibat sinar matahari langsung.

Anda ingin budidaya jahe merah? kami sedia bibit jahe merah berkualitas super, sudah tua dan berkualitas atau unggul. Kami juga sedia bibit jahe gajah, pupuk organik cair berupa fermentasi urine kelinci untuk “pengocoran” di lahan supaya subur dan rimpangnya berkembang dengan maksimal sehingga ketika panen menghasilkan rimpang yang banyak dan melimpah.

dolomit untuk jahe merah

dolomit cocok untuk menanam jahe merah

 

fermentasi urine kelinci

Aplikasi Pupuk Organik Cair Urine Kelinci untuk Budidaya Jahe Merah

tanaman jahe merah

Aplikasi Pupuk Organik Cair Urine Kelinci untuk Budidaya Jahe Merah

Budidaya jahe merah tanpa perawatan mustahil akan menghasilkan tanaman yang sehat, sehingga berimbas pada hasil panen yang tentu kurang memuaskan pula. Perawatan yang baik di perlukan dalam tahap-tahap pertumbuhan tanaman jahe merah. Perawatan dapat di mulai dari awal pemilihan bibit jahe merah yang baik, kemudian penyemaian bibit jahe merah, proses penanaman sampai pemanenan.

Pada awal penanaman terutama pada bulan-bulan awal, perawatan dibutuhkan untuk memacu pertumbuhan akar batang dan kekuatan daun. Pada bulan pertama tanaman jahe merah masih membutuhkan perhatian intens untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi yang di butuhkan oleh tanaman jahe merah. Bagi pelaku budidaya jahe merah menggunakan polybag maupun karung pemberian pupuk dapat lebih terkontrol dengan baik.

Pada umur satu bulan sejak penanaman, sayogyanya bibit jahe merah yang sudah di tanam diberi pupuk organik cair dengan cara di kocor. Untuk menghemat biaya dan dengan faktor kemudahan bahan baku, pupuk organik cair urin kelinci dapat diaplikasikan sebagai pupuk pengocor budidaya jahe merah. Hanya saja perlu dijadikan catatan pupuk organic cair urin kelinci berasal dari urin kelinci yang sudah difermentasi atau sudah siap pakai. Bukan urin kelinci yang baru, karena sifat urin kelinci baru yang panas, justru akan mematikan tanaman jahe merah.

Mengambil pengalaman dari beberapa kawan pelaku budidaya jahe merah, aplikasi pengocoran pupuk organik cair urin kelinci dapat diberikan dengan takaran 1 lt pupuk organik cair urin kelinci dapat dicampur dengan 10lt air. Cara pengocorannya pun cukup mudah bagi yang membudidayakan jahe merah menggunakan polybag dan karung. Dengan cara melobangi sedikit tanah diantara batang jahe merah sebesar jari lalu tuangkan pupuk organik cair urin kelinci tadi dengan takaran satu gelas plastik, kemudian lubang tanah ditutup kembali. hal ini diulang-ulang selama satu bulan sekali.

Dengan rutin merawat tanaman jahe merah dengan baik akan menghasilkan panen yang baik pula. Selain pemberian pupuk organic cair urin kelinci, pupuk organic lain pun perlu di perhatikan. Seperti pemberian pupuk kandang kotoran kambing dan pupuk NPK lain untuk memacu pembentukan umbi rimpang jahe merah yang besar dan sehat.

Demikian sedikit uraian dari kami, semoga bermanfaat bagi para pelaku budidaya jahe merah, terkhusus bagi yang baru akan memulai budidaya. Salam sukses para petani Indonesia. Salam makmur sejahtera.

Menyemai Bibit Jahe Merah

bibit jahe merah

Menyemai bibit jahe merah pada tumpukan jerami

Budidaya jahe merah tentu membutuhkan tahapan-tahapan awal yang harus di lalui. Tahap awal ini lah yang nanti akan menentukan keberhasilan tahap selanjutnya. Pemilihan bibit jahe merah yang baik menjadi penentu awal keberlangsungan budidaya jahe merah. Bibit yang baik berusia cukup berumur, usia yang di anjurkan untuk pembibitan adalah minimal 11-12 bulan.

Karena pada usia ini jahe merah sudah memasuki fase siap dijadikan bibit di tandai dengan ruas tebal dan sedikit berisi. Pada beberapa kesempatan rimpang yang sudah tua juga akan memunculkan mata tunas, yang artinya rimpang sudah siap. Sebelum memulai menanam jahe merah, bibit yang sudah di pilih harus di semai terlebih dahulu agar memudahkan proses penyemaian dan mempercepat pertumbuhan maka perlu adanya metode penyemaian yang tepat.

Proses Penyemaian Bibit Jahe Merah

Proses percepatan penyemaian rimpang bibit jahe merah dapat dilakukan dengan tumpukan jerami. Selain baik untuk penyemaian, ini juga memanfaatkan limbah sisa panen petani padi. Jerami yang biasanya dibiarkan menumpuk di pinggir sawah dan lebih sering hanya di bakar saja. Jerami yang digunakan sebagai media semai secara tidak langsung juga menjadi kompos untuk nutrisi bibit jahe merah dalam penyemaian.

Jerami memiliki banyak manfaat untuk penyemaian jahe merah, disaat musim hujan tiba, jahe merah yang di semai pada tumpukan jerami akan terjaga kestabilan suhunya, dengan adanya jerami sebagai media rimpang yang berada di tengah tetap hangat dan tidak cepat busuk. Sebaliknya pada musim kemarau tiba tumpukan jerami yang di siram air akan mempertahankan kelembaban suhu di sekitar tempat penyemaian, sehingga mengoptimalkan percepatan pertumbuhan bibit.

bibit jahe merah

Cara Penyemaian Bibit Jahe Merah

Cara penyemaian bibit jahe merah dengan jerami adalah sebagai berikut :

  1. Siapkan bibit jahe merah
  2. Siapkan keranjang buah (wadah kelengkeng)
  3. Siapkan tumpukan jerami

Setelah itu, letakan tumpukan jerami pada keranjang buah, buat satu lapisan kemudian taruh bibit di atas jerami. Kemudian letakan jerami lagi di atasnya setelah itu letakkan bibit lagi diatasnya. Lakukan berulang sampai tiga lapisan. Cara penyemaian ini tidak terpengaruh dengan musim. Pada musim penghujan keranjang penyemaian dapat di siram sehari sekali dengan cara memercikkan air pada tumpukan jerami.

Pada musim kemarau, penyiraman media jerami dapat dilakukan sehari dua kali dengan menggunakan air secukupnya. Ini akan mempercepat proses pertumbuhan rimpang bibit jahe merah. Pemantauan pertumbuhan rimpang dapat dilakukan dua minggu kemudian, maka akan terlihat perbedaan pada awal semai sampai berumur dua minggu, akan cepat terlihat perkecambahan bibut jahe merah yang signifikan.

Demikian pemaparan dari kami selamat mencoba dan semoga sukses. Salam sejahtera untuk seluruh petani di Indonesia. Untuk info pemesanan bibit jahe merah dan pelatihan budidaya jahe merah dapat menghubungi kami di 087838393451.e

Basmi Kutu Putih Jahe Merah

budidaya jahe merah

Membasmi kutu putih penyebab daun tanaman jahe mengering

Budidaya jahe merah,- memilih budidaya jahe merah dengan memanfaatkan media polybag memang sedang banyak diminati masyarakat sekarang. Gencarnya edukasi tentang manfaat jahe merah di siarkan secara masal di berbagai stasiun televisi. Hal ini menarik minat kebanyakan orang untuk membudidayakan jahe merah.

Untuk mendapatkan hasil optimal dalam budidaya jahe merah , bukan hanya di tentukan oleh pemilihan bibit jahe merah unggul saja. Namun harus diiringi dengan perawatan yang menyeluruh. Meliputi pencegahan terhadap gulma maupun hama penyakit. Tanaman jahe merah yang di rawat secara menyeluruh akan berbeda hasilnya dengan tanaman jahe merah yang dibiarkan tanpa perawatan berarti.

budidaya jahe merah

budidaya jahe merah

Adakalanya saat mencoba budidaya jahe merah, tanaman yang sudah di tanam terserang penyakit seperti kutu putih. Kutu putih merupakan hama yang menyerang daun tanaman jahe merah. Kutu putih termasuk jenis hama dari family preudocciocai dengan ciri memiliki serbuk putih menyerupai lilin yang membungkus seluruh tubuhnya. Serbuk lilin tersebut bertujuan melindungi dirinya dari predator.

Gejala serangan kutu putih yang menyerang bibit jahe merah di tandai oleh banyaknya gumpalan benang lilin berwarna putih pada permukaan bawah daun. Kutu putih hidup berkoloni dalam kelempok. Cara menyerang kutu ini dengan menusukan alat yang ada di mulutnya pada daun tanaman jahe merah dengan menghisap pada bagian epidermis batang daun jahe merah.

Daun yang sudah terserang kutu putih, pertama akan menggulung lambat laun menguning dan kemudian kering. Karena daun kering mengakibatkan pertumbuhan bibit jahe merah terhambat dan menjadi kerdil. Sehingga menghambat pembentukan rimpang jahe merah yang ada di dalam tanah. Permukaan daun yang di serang kutu putih akan berwarna hitam. Pada serangan berat, seluruh permukaan daun akan di kerubuti oleh kutu putih yang menyebabkan tanaman jahe merah mati.

Selain menyebabkan serangan fatal pada budidaya jahe merah, kutu putih juga merusak pemandangan. Tanaman jahe merah yang seharusnya terlihat hijau dan menyejukkan, harus ternodai dengan munculnya kutu putih yang tidak sedap di pandang. Sangat tidak menyenangkan bukan?

Cara mengatasi serangan kutu putih yang menyerang bibit jahe merah dengan menyemprotkan pestisida score sesuai petunjuk yang ada di luar botol. Beberapa langkah yang dapat di lakukan untuk membasmi hama kutu putih adalah :

  1. Memelihara predator alami kutu putih

Sebarlah hewan pembasmi kutu putih yang tidak merusak tanamanmu. Secara alami, ada beberapa hewan yang menjadikan kutu putih sebagai mangsa utamanya, antara lain minute pirate bug, lacewings, dan juga beberapa spesies laba-laba.

  1. Pelihara bibit parasite kutu putih

menggunakan parasit untuk membasmi kutu putih. Beberapa parasit tersebut antara lain adalah Encarsia Formosa ataupun keluarga Encarsia.

  1. Gunakan perangkap kutu putih.
  2. Gunakan penyedot debu
  3. Memangkas dan mencabut daun yang terkena serangan kutu putih.

 

Mengatasi Kutu Putih di Tanaman Jahe Merah